Oct 30 2008

80 Tahun Sumpah Pemuda

Published by hidayat nurwahid at 12:15 under UMUM and tagged:

Selamat datang kepada semua hadirin yang datang pada hari ini untuk memberikan sentuhan yang lain dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang bukan sekedar dengan seremonial biasa, bukan sekedar upacara, pawai, tapi bersama-sama menghadirkan komitmen untuk menghadirkan kejayaan bangsa Indonesia melalui jayanya para pemuda Indonesia melalui salah satunya adalah jalur pendidikan.

Penyaluran beasiswa yang diberikan sebagai bukti kongkrit, bahwa untuk membangkitkan bangsa ini tidak diperlukan sekedar wacana, tebar pesona, pawai. Yang diperlukan adalah kontribusi kongkrit. Apa yang bisa kita berikan, apa yang bias kita lakukan, satu…dua beasiswa. Seribu…dua ribu beasiswa akan menghadirkan sebuah harapan, bahwa masa depan Indonesia, melalui tangan para pemuda, melalui peningkatan kualitas budaya para pemuda, bias dilakukan.

Mengapa? Karena kita berkontribusi yang langsung, sebagaimana dahulu kontribusi yang diberikan para pemuda ketika mereka dengan tegas berani berikrar menyampaikan kesadaran akan tumpah darah, bangsa dan bahasa satu mereka. Kongkrit, dan itulah yang diperlukan oleh bangsa ini.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan cara ini. Bersama-sama menghadirkan peringatan yang bisa memunculkan apresiasi kita kepada seni yang dihadirkan oleh para pemuda bangsa Indonesia.

Dan kita akan menyaksikan, ternyata apresiasi terhadap seni, menghadirkan kreasi seni, menghadirkan film yang bermutu juga bias dilakukan oleh pemuda Indonesia. Kita tahu bahwa penulisnya, para aktornya, penyusun naskahnya, mayoritas mereka adalah anak-anak muda Indonesia.

Dari karya seni ini, dari film yang berkualitas ini, ternyata bisa dihadirkan tanpa dikaitkan dengan pornografi apalagi pornoaksi. Karena sangat tepat bila RUU Pornografi segera disahkan. Karena ternyata kreasi seni yang berkualitas tanpa dikaitkan dengan pornografi. Selain itu memang UU hadir bukan untuk memberangus kreasi seni, tidak dalam rangka untuk, mohon maaf, menahan/menangkap ibu-ibu yang menggunakan kemben yang da di Keraton, sama sekali tidak. Selama itu adalah pakaian tradisional, selama itu adalah tari-tarian tradisional, itu merupakan bukan bagian dari kategori yang pornografi.

Karena itu jangan takut, dengan diundangkannya UU Pornografi seolah-olah kemudian akan berhentilah kreasi seni, tidak boleh menggunakan pakaian adat. Boleh menggunakan pakaian adat, boleh pakai kreasi seni, dan itu bias dilakukan, dan seni yang berkualitas ternyata bisa dilakukan tanpa dikaitkan dengan pornografi sama sekali seperti film ini dan sebelumnya film Ayat Ayat Cinta.

Ternyata film yang berkualitas dan tanpa menghadirkan pornografi itu ditonton dalam jumlah yang luar biasa sepanjang sejarah perflman Indonesia.

Sekali lagi saya tegaskan, dalam rangka memperingati 80 Tahun Hari Sumpah Pemuda, hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang kreatif. Dengan cara-cara yang membangkitkan jati diri bangsa Indonesia seperti dulu para pemuda Indonesia menghadirkan semangat Sumpah Pemuda, semangat Kebangkitan Bangsa, semangat kemerdekaan Bangsa Indonesia, tidak dikaitkan dengan perilaku yang amoral. Tapi justru dikaitkan dengan perilaku yang bermoral dan bertanggung jawab, menghadirkan terobosan kreasi yang bertanggung jawab, dan siang ini kita coba untuk membangkitkannya kembali.

Dari Solo, kita membangkitkan semangat hari Sumpah Pemuda dengan cara-cara yang kreatif, kongkrit, dengan cara-cara yang bisa kita pelajari lebih lanjut dari anak-anak Bangka Belitung sana.

Kalau dari Bangka Belitung saja bisa hadir kreasi yang demikian berkualitas, tentu masyarakat Solo dan masyarakat lainnya yang ada di Indonesia bisa melakukan kreasi yang lebih berkualitas daripada Bangka Belitung. Ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesai. Dan saya yakin masyarakat Solo tidak mau dikalahkan oleh masyarakat Bangka Belitung.

Bangkitlah pemuda-pemudi Indonesia, Harapan itu masih ada……

Solo, 28 Oktober 2008




22 Responses to “80 Tahun Sumpah Pemuda”

  1.   asepkurniaon 30 Oct 2008 at 16:56

    aslm. syukron ust atas sudut pandangnya ,moga bermanfaat bagi semua…amin

  2.   andrion 31 Oct 2008 at 06:05

    pemuda indonesia memang lebih banyak cobaan dan tantangan dari internal dan eksternal. suatu saat akan ada kebangkita pemuda yang lebih hebat dari kebangkita pemuda di mesir maupun turki. insya allah.

  3.   Oyong Hairudinon 31 Oct 2008 at 14:58

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Semoga Allah senantiasa selalu memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi kita dan bangsa kita.

    Mengenai sumpah pemuda, maka saat ini sudah saatnya kita sebagai generasi muda bangkit bersama membangun negeri ini karena harapan itu masih ada asalkan kita mau merubah nasib bangsa ini.

    Wacana koalisi dengan Partai PDI perjuangan, sebagian besar masyarakat dibawah setuju asalkan Bapak Hidayat Nur Wahid menjadi Presidennya. Kalau ternyata bapak jadi wakil kemungkinan banyak yang tidak setuju.

    Kalau boleh saya minta sesuatu sama bapak, bapak mau nggak memberikan buku-buku yang sudah tidak terbaca lagi oleh bapak saya mengucapkan terima kasih. Karena sebagai generasi muda saya ingin terus menimbah ilmu selagi nyawa masih di badan ini.

    Terakhir, admin tolong sampaikan kepada bapak Hidayat Nur Wahid. Bagi-bagi donk nomor hape nya kalau bisa uangnya gitu biar kita bisa lebih lama mencari ilmu diwarung internet.

    Akhir kata mari kita bersama bersatu padu untuk membangkitkan bangsa ini karena harapan itu masih ada…

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  4.   GGon 04 Nov 2008 at 09:07

    Tak ada salah, para orang tua perlu merenung dan memperbaharui sumpahnya.

    Temukan di:
    http://opiniorangbiasa.blogspot.com/2008/10/sumpah-orang-tua.html

  5.   lionelon 13 Nov 2008 at 14:29

    buat apa kita anak muda harus memahami arti sumpah pemuda, kalau mental para pejabat kita merupakan mental maling?????????????????????????????

  6.   adikhresnaon 13 Nov 2008 at 16:41

    Bicara soal beasiswa, saya mau dong Pak. Ada nggak beasiswa S3 untuk saya? Makasih

  7.   iBnuon 13 Nov 2008 at 17:20

    udah tua ya sumpah pemudanya

  8.   tren di bandungon 13 Nov 2008 at 17:25

    mampukah kaum muda merekonstruksi peradaban
    http://trendibandung.wordpress.com/2008/11/13/rekonstruksi-peradaban/

    untuk bisa merekonstruksi peradaban mereka harus cepat menjadi dewasa untuk mengambil kekuasaan dengan elegan
    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/28/pemuda-cepatlah-dewasa-dan-segeralah-berkuasa/

    kekuasaan harus diambil dengan cara yang pantas, oleh orang yang pantas
    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/28/kuasai-diri-kuasai-negeri/

  9.   andion 14 Nov 2008 at 15:50

    Saatnya pemimpin muda untuk tampil membawa perubahan bangsa ini…kita galang dana lewat http://tinyurl.com/6fljz4

  10.   fikreatifon 15 Nov 2008 at 21:52

    Assalamu’alaikum w.w.

    Knp PKS (Melalui beberapa kadernya) justru mendukung eksekusi terhadap trio syuhada (insya Allah) Indonesia Amrozi cs rhm…???

    bukankah mereka mujahid fii sabilillah..??

    lebih2 melihat tanda-tanda isyaratnya:
    http://amaduq01.wordpress.com/2008/11/15/galeri-foto-pemakaman-amrozi-eksklusive-dr-muslimdailynet/#comment-1140

    dan di

    http://muslimdaily.net/

    wassalamu’alaikum wr. wb.

  11.   Pipiewon 16 Nov 2008 at 15:45

    Akan selalu ada jalan ketika masih ada harapan. Saatnya pemuda bangkit, dan kebangkitan pemuda juga membutuhkan tangan terbuka dari para pendahulu. Merdeka!

  12.   hudayaon 16 Nov 2008 at 23:12

    UU Pornografi sangat baik demi kebaikan bangsa. Karena saat ini banyak anak-anak muda yang melakukan sex sebelum nikah. Selain itu banyak wanita-wanita cantik menjual kemokekan tubuhnya agar cepat menjadi artis terkenal.

    Jadi saya mendukung banget agar UU Pornografi segera di implementaskan. Mengenai sikap orang-orang yang menentang UU Pornografi dengan alasan seni, menurut saya sikap mereka itu hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan kepentingan bangsa.

    Masih banyak cara khan itu menyalurkan seni tanpa perlu menunjukkan kesensualan dan kemolekan tubuh wanita.

  13.   agusismailon 18 Nov 2008 at 14:31

    terima kasih atas partisipasinya ust. dalam buku 100 Doktor Nanoteknologi…

    http://www.nano.or.id

  14.   Silmikaffaon 19 Nov 2008 at 06:47

    …. dan kita telah disumpah: “…a lastu bi rabbiku…” (QS.Al-A’raf:172)

  15.   Djoko Adiwalujoon 20 Nov 2008 at 20:43

    As.Wr.Wb.

    Bapak saya mohon ijin, blog bapak, saya link di blog saya. Mohon bapak berkenan.
    Blog saya: http://www.warung-buku.co.cc

    As.Wr.Wb.
    hormat saya,
    Djoko Aw

  16.   Djoko Adiwalujoon 20 Nov 2008 at 21:05

    As.Wr.Wb.

    Bapak saya mohon ijin, blog bapak, saya link di blog saya. Mohon bapak berkenan.
    Blog saya: http://www.warung-buku.co.cc

    As.Wr.Wb.
    hormat saya,
    Djoko Aw

  17.   Djoko Adiwalujoon 20 Nov 2008 at 21:17

    Blog anda saya link di blog saya

  18.   Alexon 21 Nov 2008 at 10:32

    Assalamu’alaikum pak hidayat

    jadi ini admin blog ini pak Hidayat ya…????

    ternyata seorang Hidayat Nur Wahid juga ngeblog ya……..hehe
    hidup blogger !!

  19.   Alexon 21 Nov 2008 at 13:54

    nggak ikut ke pesta Blogger 2008 bulan november ini di Jakarta pak ???

  20.   tren di bandungon 22 Nov 2008 at 13:54

    pak HIDAYAT NURWAHID sebagai pemuda insya Allah siap menjadi perekat bangsa lintas suku, lintas golongan, bahkan lintas sejarah.
    berikut ini materi taujih dari beberapa ustadz yang disarikan menjadi dua artikel, berkaitan rekonsiliasi.

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/11/21/merekat-sejarah/

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/11/20/the-matchmaker/

  21.   sal3hoon 24 Nov 2008 at 15:16

    sukron ustad…..sangat bermanfaat sekali

  22.   Lenion 08 Jan 2009 at 11:48

    Syukron ustadz..

    sngt bermanfaat..

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply