Sep 24 2008

Salah Kaprah…

Published by hidayat nurwahid at 10:16 under Rehat

Umat Islam Indonesia adalah umat yang suka bersilaturahim. Saling berkunjung, saling menyapa dan saling berkomunikasi. Tetapi, mengapa tetap saja selalu menghadirkan kebencian, kedengkian dan konflik, padahal silaturahmi terus dijalin banyak pihak?

Kalau boleh dikatakan penyakit, penyakit itu adalah seringkali kita keliru menggunakan istilah kata. kita keliru menggunakan istilah silaturahmi. Padahal, yang betul adalah silaturahim.

Lantas, apa bedanya silaturahmi dengan silaturahim ?padahal susunan hurufnya sama saja. Ya, memang perbedaannnya ada pada akhiran yang ada pada huruf mim.

Pada dasarnya silaturahmi berasal dari dua kata, “silah” dan “rahmi”. Silah artinya menyambungkan. Sedang rahmi artinya rasa nyeri yang diderita para ibu ketika melahirkan. Hal ini tentu sangat berbeda rahim yakni menyambung rasa kasih sayang dan pengertian.

Itu sebabnya kebencian, kedengkian dan konflik masih saja ada meski silaturahmi terus terjalin. Sebab, yang kita sambung adalah rasa nyeri para ibu kita ketika melahirkan tadi.

Ungkapan lain yang seringkali kita gunakan, dan ternyata salah adalah membatalkan puasa. Seringkali pada saat-saat menjelang maghrib dan akhirnya adzan berkumandang, pada saat yang sama kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang harus selasai. Pada saat itulah salah seorang dari kita: mari kita batalkan puasa kita, ayo batalkan puasanya dulu.

Padahal, kalau ungkapan itu benar-benar diniatkan untuk membatalkan puasa, maka batal benar puasa kita. Batal dalam perspektif tidak ada ganjaran pahala sama sekali terhadap puasa kita itu. Padahal, kita telah menahan lapar, haus serta hal-hal yang membatalkan puasa. Lalu tiba-tiba ibadah kita itu batal hanya karena niat mem-”batal”-kan puasa kita.

Sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sudah sepantasnya kita mencontoh beliau. Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah hadist, istilah berbuka puasa yang tepat adalah mempercepat buka puasa serta mengakhirkan sahur dan bukan membatalkan puasa. Mempercepat dalam artian segera berbuka puasa jika sudah waktunya berbuka, bukan menyegerakan untuk berbuka belum pada waktunya berbuka.

Demikan, semoga sedikit tulisan ini benar-benar merupakan harapan kita untuk perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga tidak ada yang salah kaprah lagi tentang kosakata yang menghadirkan ketidaknyamanan dalam keseharian kita. Apalagi jika berkaitan dengan ibadah.

Wassalam.




125 Responses to “Salah Kaprah…”

  1.   Rizkiyon 24 Sep 2008 at 10:35

    Thanks yach Pak

  2.   dandoenkon 24 Sep 2008 at 11:53

    terimakasih ilmunya Pak Ustadz !! :D

    baru tau bedanya silaturahmi dan silaturahim

  3.   tiyoson 24 Sep 2008 at 11:56

    Ass,
    Trimakasih pak Hidayat, ilmu Agama anda ternyata sangat luas.
    Wass

  4.   banghasanon 24 Sep 2008 at 13:13

    pak hidayat jangan koalisi dong dengan PDIP mendingan partai yang lain aja, please, mengecewakan sekali

  5.   d2kon 24 Sep 2008 at 13:41

    terimakasih ilmunya..:)

  6.   antinon 24 Sep 2008 at 14:08

    mencerahkan sangat,,

  7.   herion 24 Sep 2008 at 15:23

    Salam,

    Ada yang lain nya Pak Ustad……??

    Wassalam

  8.   fatwaon 24 Sep 2008 at 17:19

    Subhanallah Pak, menjadi terang perbedaan silaturahim dan silaturahmi…

  9.   Syamsul hon 24 Sep 2008 at 17:21

    Ass,
    Terimakasih pak Ustad atas pencerahannya, semoga banyak tulisan-tulisan serupa yang pak ustad sampaikan di blog.

    wassalam.

  10.   salamon 24 Sep 2008 at 18:49

    Terimakasih telah diingatkan kembali ya Pak…semoga kedepannya tidak salah kaprah lagi dalam bertutur kata.

    untuk Bang tiyos, koreksi sedikit boleh?
    kalo bermaksud untuk menuliskan kalimat Assalamualaikum hendaknya dan lebih baiknya ditulis secara lengkap saja, jangan disingkat “ass”, karena menimbulkan arti yang berbeda (boleh dicari dalam kamus Inggris, arti “ass” apa) dan maksud untuk memberikan salampun pada akhirnya tidak tersampaikan.
    maaf sebelumnya telah lancang mengoreksi, peaceee…

  11.   arifon 24 Sep 2008 at 20:37

    batu tahu bedanya antara silaturahmi dan silaturahim… secara dulu tahunya yang bener silaturahim.. tapi ngak tahu salahnya dimana.. thx ustadz… terus ngeblog ya…!!

  12.   adinon 24 Sep 2008 at 22:23

    assalamualaikum ustadz..jazakallah atas artikelnya, memang seringkali banyak istilah asing yang kemudian kita salah kaprah memaknainya, hanya bermodal dari mendengar orang2 tanpa ada ta’kid kita kemudian mempopulerkan istilah tersebut..begitu juga dg kata singkatan2, yg klo d lht secara makna niat baik yg ingin d smpaikan malah tidak tersampaikan bhkan cnderung brmakna sebaliknya, sprti singkatan ass utk assalamualaikum, niat baik sbgai ucapan salam dan perdamaian berubah makna dg arti ass=donkey (eng), smoga ketidaktahuan kita bisa segera mendapatkan pencerahan sehingga tdk terus2an salah kaprah..mhn izin artikel ust sy forward k milis2 yg saya ikuti..ramadhan kariym kullu ‘am wa nahnu thoyyibiyn

  13.   Jayon 24 Sep 2008 at 22:25

    Terima kasih atas informasi yang sangat berarti ini.

  14.   Ahmad Suhendraon 25 Sep 2008 at 06:22

    Assalamu’alaikum…
    Syukron atas ilmunya ustadz…
    Semoga tetap istiqomah…
    Allahu akbar!!!

  15.   RISCHAN FERRYon 25 Sep 2008 at 08:06

    Ass.Wr Wb.

    Memang sering kita salah kaprah, untuk itu kita butuh banyak ustad yang sering mengingatkan kita.

    Wassalam

  16.   A_Makon 25 Sep 2008 at 08:26

    Alhamdulillah
    sangat berguna & menambah wawasan, saya sangat menunggu ilmu selanjutnya.

    Wassalam

  17.   yandion 25 Sep 2008 at 08:37

    Alhhamdulilah…..terimakasih Ustadz. kyknya masih banyak salah”yang lainnya yang kita g sadar ustadz,,,mohon Ilmunya ustadz

  18.   dori ququon 25 Sep 2008 at 08:45

    Alhamdulillah……. terima kasih P Ustadz
    Semoga harapan kita dapat terwujud… Indinesia semakin baik dan harapan itu masih ada

    Wassalam

  19.   wantoon 25 Sep 2008 at 09:19

    Assalamu’alaikum,

    Wah, beda satu huruf saja bisa jauh beda pengertiannya ya Pa!!

    tapi mungkin juga yang di maksud dengan orang yang mengatakan silaturahmi itu maksudnya juga :menyambung rasa kasih sayang dan pengertian” cuma kebanyakan kurang mengerti mana bahasa yang benar.!

    Wassalam.

  20.   Ratnaon 25 Sep 2008 at 09:38

    Ass. WW.,

    Terima kasih Pak Hidayat.
    Uraian Bapak telah manambah wawasan kita,
    sehingga jadi lebih ngerti dech…

    Kita tunggu info lainnya.

    Wass, WW.

  21. [...] Sumber: http://hidayatnurwahid.blogdetik.com/2008/09/24/salah-kaprah/ [...]

  22.   PenYejuk haTi UntukmUon 25 Sep 2008 at 11:02

    Assalamu’alaikum wr. wb

    Ternyata gitu ya, baru ngeh sekarang
    makasih ilmu’nya pak….

    Wassalamu’alaikum wr. wb

  23.   faisolon 25 Sep 2008 at 11:36

    terima kasih ilmunya, Ustadz…

    kalau diperkenankan, ijinkan saya mengajukan sebuah uraian…

    sebenarnya tdk salah kata “silaturahmi”, karena kata itu serapan dari bahasa Arab “shilatur rahim”… hal ini menjadi tugas Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa Indonesia…

    istilah keilmuannya : etimologi (ilmu tentang asal-usul kata)…

    contoh lain :
    1. zakat fitrah… dalam bahasa Arab, yg benar “Zakat Fitri”
    namun hal ini tdk masalah krn ini bhs Indonesia, bukan bhs Arab.

    2. berbuka puasa… bukankah kata “buka” menunjukkan arti “dimulai”? bgmn bisa berbuka koq artinya mengakhiri…? tentu sudah diserap dlm bhs Indonesia dan berarti demikian… kalau tdk mau salah, ganti saja dengan ifthaar atau fithrun

    mohon maaf bila ada hal-hal yg kurang berkenan di hati…

    sebagai pelengkap, saya membuat tulisan untuk menjawab mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah, terutama di luar Ramadhan…

    tulisan tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  24.   Tweandyon 25 Sep 2008 at 13:45

    Assalam alaykum wr.wb
    Alhamdullilah,…petunjuk yang benar telah Ustadz diberikan…

  25.   ARSon 25 Sep 2008 at 13:56

    Alhamdulillah… satu lagi ilmu baru saya dapatkan. ;)

  26.   ronnon 25 Sep 2008 at 14:58

    Assalamu’laikum wr. wb.

    Terimaksih pak atas ilmunya…

    wassalamu’alaikum

  27.   azlankadiron 25 Sep 2008 at 15:26

    Assalamualaikum pak, mudah2an pak Hidayat sehat selalu, amin……….

  28.   bapakethufailon 25 Sep 2008 at 15:45

    alhamdulilah…. baru sadar kalau selama ini salah make nya
    makasih ….

  29.   BeNe2on 25 Sep 2008 at 16:06

    Memang seharusnya para tokoh/pejabat negara tuh seperti ini,
    keliatannya seperti menyampaikan hal yang kecil…tapi sebenarnya itulah artinya menjadi seorang pemimpin, mesti punya bekal kebaikan yang banyak agar bermanfaat bagi umat disekitarnya….bukan malah sok2an ingin dihormati….dan sibuk mengumpulkan kekayaan untuk kepentingan sendiri…..berangkatlah dari ketulusan, dengan forum kecil justru rakyat akan lebih memahami…..ingat para pemimpin itu nanti akan dimintai pertanggung jawabannya….dan mari kita do’akan bagi para pejabat yg lupa diri mudah2an segera sadar dan mendapatkan hidayah dari Allah S.W.T …insyaallah nasihat Pak Hidayat ini tulus dari lubuk hati yang paling dalam ..semuanya karena Allah…amiiin….!!!!

  30.   najibon 25 Sep 2008 at 16:13

    nbsp;Alhamdulillah..ustadz memberi inspirasi kpd saya, krn selama ini sy kesulitan menjelaskannya. Kalau istilah zakat fitrah dengan zakat fithri bgmn ustadz? terima kasih sebelumnya.

  31.   syahidon 25 Sep 2008 at 17:39

    Assalamu’alaikum…

    syukron ustadz utk penjelasannya…

    Wassalamu’alaikum wr.wb..

  32.   Shunon 25 Sep 2008 at 20:26

    assalamu’alaikum

    terima kasih atas ilmu nya

    saya baru tau..

    wassalam

  33.   Oktobriyantoon 25 Sep 2008 at 20:59

    Mudah2an Ustadz isitiqomah,..Amiin,.

  34.   agiagion 25 Sep 2008 at 21:44

    Silaturrahmi dan silaturrahim saya kira tidak punya perbedaan, semua punya dasar dalam bahasa arab.

    صلة الرحِـــم dan صلة الرحْـــم keduanya berarti: kerabat atau keluarga, begitu juga bisa berarti: rahim atau peranakan.

    Jadi menurut saya, kebencian dan kurangnya keharmonisan terjadi bukan karena salah dalam peng-arti-an’kata’ itu, melainkan memang di kalangan kita banyak yang tidak mau mengindahkan makna dari silatrurrahmi, sehingga dalam masyarakat sudah tidak tercipta lagi rasa kasih sayang dan pengertian yang terkandung dari makna silaturrahmi itu, wallahu a’lam.

  35.   Notengon 25 Sep 2008 at 22:28

    Trims ust atas tambahan ipteknya. Memang kita bangsa indonesia sering melupakan hal2 kecil. Padahal dari yg kecil itulah yg besar terjadi. Kita juga senang hal2 yg instan sehingga dikemudian hari kita kecewa, karena hal tsb keropos sehingga gagap menghadapi perubahan.

  36.   momoton 25 Sep 2008 at 22:51

    Terima kasih p Ustadz atas pencerahannya..semoga bangsa ini semakin bersatu beriman dan menuju bangsa yang besar yang dirdloi Alloh……..maju terus pak Hidayat

  37.   abatabeeon 26 Sep 2008 at 00:50

    duh, kalo boleh pak, kapan ya saya bisa bersilaturahmi dengan bapak ? ………..eh, bersilaturahim maksud saya…….:D terima kasih ilmunya pak, semoga menjadi amal baik !

  38.   mawardion 26 Sep 2008 at 04:21

    assalamu’alaik….
    iya memang, banyak orang yg tahu sebenarnya tentang hal tersebut, tetapi malahan benar2 di salah kaprahkan.
    dan masih banyak lagi ungkapan2 yg di salah kaprahkan, mari temukan ungkapan2 itu dan kita berbaiki bersama. wassalamu’alaik….

  39.   TOLESon 26 Sep 2008 at 05:27

    Syukron pak Wahid, biar sedikit jadi wawasan sy dari silaturahmi ke silaturahim dan membatalkan puasa harusnya berbuka puasa, karena suka banyak bohong kali ya lidah jadi sering kepleset. Ya Allah ampuni hambamu yang hina ini.

  40.   faisalon 26 Sep 2008 at 07:20

    selamat lebaran Tadz

  41. [...] -> Forum Silaturahim, bukan Silaturahmi   Setelah baca artikelnya pak hidayat nur wahid di blognya, saya jadi inget tentang FSLDK. Forum Silaturahmi Silaturrahim Lembaga Dakwah [...]

  42.   arofahon 26 Sep 2008 at 08:12

    Wah, sharing ilmunya bermanfaat..
    alhamdulillah, makasih ustadz

  43.   yudion 26 Sep 2008 at 09:20

    Semoga Kasih Sayang selalu terpelihara di bumi ini

  44.   Ridaon 26 Sep 2008 at 09:44

    ohh kita tuh ya , Pak Terimakasih untuk pencerahannya :)

  45.   Andrianaon 26 Sep 2008 at 10:25

    ohh gitu….. jd selama ini salah ya…..
    trus puasanya gimana jdnya…..???
    kalo blm tau apa pahalanya masih dapet ustadz???
    dibanyakin tulisan2 yang “salah kaprah” kaya gini ya..
    yang masalah dianggap sepele tapi sebenernya masalah yang nggak sepele,,,, penting ini…..

  46.   hendraon 26 Sep 2008 at 11:52

    Silahturahmi atau Silaturahim jangan diartikan dengan kata-kata saja. Kalau sudah salaman itu dianggap sudah silaturahmi padahal Silaturahmi itu menyangkut hablumminannas (maaf kalau salah tulis) yaitu hubungan antar sesama manusia. Melakukan tindakan korupsi atau tindakan merugikan orang lain atau semacam itu termasuk orang yang tidak silaturahim atau silaturahmi. Maka itulah sebenarnya penyebab mengapa silaturahmi selalu dilakukan tetapi tidak ada realisasi kebaikannya. Jadi Anda yang salah kaprah!

  47.   tren di bandungon 26 Sep 2008 at 14:17

    ustadz, ini salah kaprah juga ngga. ‘iedul fitri identik dengan menyambut kemenangan.
    maaf kalau saya bernada pesimis, kita tidak layak menyambut akhir Ramadhan ini dengan menyambut KEMENANGAN…
    kata-kata itu sungguh sudah melenakan kita dari kondisi sesungguhnya…
    mudah2an ini Ramadhan terakhir kita menderita kekalahan

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/26/menyambut-kekalahan-0-3/

  48.   fredyon 26 Sep 2008 at 14:23

    ngomong-ngomong soal salah kaprah, ustadz juga kayak gitu deh. coba saja kalau ustan ngomong sama sesama ustadz, asti ngomongnya pakai ana-antum. padahal antum itukan untuk orang kedua jamak, harusnya kan pake anta saja. kalau ustadz jawab antum adalah kata penghalus, di hadist2 shahih tidak pernah para sahabat mengatakan antum kepada Nabi. tetap seperti biasa saja = anta yaa rasululloh. jadi ustadz juga harus konsisten dong…..

  49.   tren di bandungon 26 Sep 2008 at 14:29

    ustadz, apakah juga dengan kata2 “menyegerakan berbuka” apakah artinya segera berbuka ketika detik pertama adzan maghrib. atau kata menyegerakan itu maksudnya adalah jangan berlama-lama dalam prosesi berbukanya. artinya segera saja berbuka dengan secukupnya, misal hanya dengan 3 kurma dan segelas air, kemudian kembali beribadah, maghrib, tilawah tarawih, dll. baru berbuka (makan) dengan makanan lainnya atau nanti kalau perlu , sekalian saja pas sahur.
    bukankah puasa itu bermakna imsaq, menahan…??? kalau sudah ditahan kenapa dilepas…

  50.   Eko wahyudion 26 Sep 2008 at 14:36

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Terima kasih Uts. atas ilmunya saya baru tahu
    Marhaban Ya Rohmadhon
    Selamat menunaikan Ibadah Puasa
    Minaladzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan batin

  51.   budiantoon 26 Sep 2008 at 18:36

    halo pak Hidayat….. Maaf menyimpang sedikit yach…..

    Berani ga usulin ke anggotanya di MPR kalau yang kerja di lingkungan pemerintahan yang ketahuan korupsi di hukum gantung sesuai dengan hukum Islam dan semua harta dia dan anak-anaknya di sita buat negara, karena banyaknya yang korupsi makanya Indonesia susah berkembang , negara kaya tapi penduduk miskin banyak, fakir miskin berserak di jalan, gelandangan banyak, masih banyak desa tertinggal, sampai sampai banyak yang kekurangan gizi, dll

    Terima kasih

  52.   purindahon 26 Sep 2008 at 19:47

    Assalamu’alaikum wr wb. Yth.Pak Ustadz, nuhun pisan tulisannya ya, ulasan lainnya selalu ditunggu, dan ngemeng ngemeng, website nya PakHaji Nurwahid apa ya? supaya saya bisa baca opini, tulisan, ulasan nya, juga foto keluarga..he..he, kan istri nya cantik lho, udah hajjah, dokter, punya rumah sakit lagi, wah hebat euy, salam taklim dari purindah@gmail.com

  53.   syukrion 26 Sep 2008 at 22:05

    kalo istilah ta’jil itu sepertinya salah kaprah juga ya ustadz?
    mohon dibahas… syukran

  54.   sugengon 27 Sep 2008 at 10:40

    Assalamu’alaikum wr,wb

    Pak Ustad, klo itu sudah salah kaprah kayak gini gimana cara memperbaikinya ? sehingga bangsa ini tidak gontok - gontokan terus …. tolong Pak Hidayat nulis tentang cara menyelesaikan konflik yang ada di Indonesia ? Bangsa ini secara mental sudah sangat bobrok dan saya sangat mengharapkan peran dan kiprah P Hidayat dalam negara ini. Semoga P,Hidayat senantiasa mendapatkan rahmat dan petunjuk dari Allo Swt.

    Wassalam wr wb

  55.   dzakyon 27 Sep 2008 at 13:39

    Terima kasih penjelasannya Pak Ustadz, mungkin masih banyak istilah yg salah kaprah yg perlu Pak Ustadz jelaskan biar bangsa tidak salah kaprah dan berdosa….

  56.   reyputranagaraon 27 Sep 2008 at 14:53

    Alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat hari ini …
    Terimakasih Bpk. Ketua MPR kita …..
    Ass….

  57.   Indraon 28 Sep 2008 at 05:25

    Assalamualaikum…

    Pak, setahu saya istilah “berbuka puasa” juga salah. Setidaknya dalam perspektif tata bahasa Indonesia. Kalau yang dimaksud adalah menutup/mengakhiri ibadah puasa pada hari itu, seharusnya istilahnya menjadi “menutup/mengakhiri puasa”, bukan “berbuka/mengawali puasa”. Bukannya ibadah sahur yang seharusnya disebut berbuka puasa? Karena ibadah sahur adalah ibadah yang mengawali/membuka ibadah puasa pada hari itu. Makan/minum pada saat adzan Maghrib adalah untuk menutup ibadah puasa pada hari itu (dan bukan membatalkan puasa, tepat seperti tulisan Bapak). Tentu saja, yang diakhiri adalah beberapa ibadah seperti tidak makan/minum, dan beberapa yang lain. Ibadah sholat jalan terus dong. Tapi berhubung istilah ini sudah salah kaprah selama berabad-abad, akhirnya sulit dikoreksi deh….

  58.   mikahelon 28 Sep 2008 at 06:15

    Assalam

    Pak Hidayat, makasih pencerahannya
    PKS jauh jauh deh dari PDIP, kasihan kita yg dah dukung PKS

    Wassalam

  59.   nasrullahon 28 Sep 2008 at 10:37

    Alhamdulillah, alangkah nikmatnya kalau negeri ini dipimpin ustadz Hidayat Nur Wahid, ‘ulama yang umaro’ dan umaro’ yang ‘ulama, smoga dakwah ustadz smakin membumi…..

  60.   Laodeon 28 Sep 2008 at 12:43

    Ohh.., gitu yach. kirain sama aja. Baru tah deh. Thaks Uztad. Met Idul Fitri, Maaf Lahir Bathin.

  61.   ma2nn-smileon 28 Sep 2008 at 13:19

    wah…..memang betul…..
    kebanyakan orang2 indo senang merubah kata2……
    (just my opinion)
    met lebaran ya….

  62.   yantoon 28 Sep 2008 at 23:35

    Assalaamu’alaykum pak Ustadz,
    Alhamdulillah saya mendapat pencerahan.
    Sekalian saya mohon pencerahan yang lain: tentang kata MAAF

    Pernah ada seorang ustadz bilang, (kalau tidak salah) di dalam Al Qur’an/Hadits tidak ada ketentuan: jika seseorang melakukan kesalahan maka ia wajib MEMINTA/MOHON MAAF terutama kepada orang yang didholiminya. Orang itu wajib MEMOHON AMPUNAN kepada Allah SWT yang Maha Pengampun dan Maha Pemaaf.

    Sedangkan orang yang didholimi itu disunahkan MEMBERI MAAF kepada orang yang mendholiminya.

    Selama ini yang saya denger itu: orang yang bersalah harus minta maaf kepada orang yang didholiminya. Sebaliknya orang yang didholimi “merasa di atas angin”, ia hanya mau memberi maaf jika orang yang mendholiminya sudah minta maaf padanya.

    Mohon pencerahan ustadz.
    Soalnya pas momen lebaran ini, biasanya kita kirim sms atau kartu lebaran yang isinya: “(saya) mohon maaf lahir dan batin” ….

    Salah kaprah nggak itu ustadz???

    Wassalam,
    Yanto

  63.   Lembaga Surveion 29 Sep 2008 at 08:03

    Jazakumullah Ust..
    Semoga bisa jadi calon presiden.. :-)
    Survei-survei sudah semakin membuktikan. naik.. naik.. dan terus naik..

    wassalam
    *Hermawan

  64.   agus sugiartoon 29 Sep 2008 at 11:32

    assalammualaikum wr.wb.
    pak ustad, bapak termasuk pemimpin yang amanah ,yang sederhana ,yang bersahaja ,yang jujur ,yang berpengetahuan dan berwawasan luas,yang religius / yang taat ber ibadah, itu yang sangat didambakan oleh setiap orang mukmin tetapi bukan setiap orang islam karena banyak orang islam tapi tidak tahu harusnya bagaimana orang islam itu berpolitik termasuk dalam menggunakan hak nya dalam pemilu ,….bapak termasuk seorang pemimpin yang menjadi kreteria dan yang memenuhi syarat sebagai pemimpin yang islami dan itu lah pemimpin impian dan idola saya……………..
    …..sekali lagi pak ustad selamat hari raya idul fitri minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin , terima kasih atas segala masukannya ,dan tolong pak ustad dijelaskan juga arti kata berkah, berkat ,dan barokah karena seolah-olah ada pihak tertentu yang sengaja mengacaukannya sehingga orang islam terjebak dan tidak tahu yang benar dan yang salah,istilah-2 tersebut……
    akhirul kalam
    wassalam mualaikum wr.wb.

  65.   joeon 29 Sep 2008 at 11:39

    Wah, bapak emang jenius..salut deh..saya dukung sejuta persen kalo bapak jd persident..minal aidin wal faidzin ya pak..wasallam :)

  66.   fsiEKONOMIUnandon 29 Sep 2008 at 11:52

    syukron atas ilmunya pak…

  67.   ikhsanon 29 Sep 2008 at 13:15

    AlhamduliLlah… Terima kasih pencerahannya pak…
    Model pemimpin seperti Bapak yang dibutuhkan saat ini dan yang akan datang
    Fokus pada pencerahan umat dan bukan sebaliknya menjerumuskan umat pada kebatilan

  68.   kimboon 29 Sep 2008 at 17:22

    Pak hidayat, please jangan koalisi sama PDIP and Golkar…. itu sangat2 merugikan PKS dan lebih banyak mudharatnya….
    Kalau sampai kejadian koalisi dengan PDIP dan Golkar… saya sangat kecewa sekali sebagai simpatisan PKS.. :-(

  69.   azishadyon 29 Sep 2008 at 21:54

    Terima kasih Pak, setelah lama menunggu akhirnya Bapak kembali menerbitkan artikelnya….. ana tunggu terus tausyiahnya Pak Ustad… Harapan itu masih ada.

  70.   Daanon 29 Sep 2008 at 23:04

    Terimakasih atas pencerahannya
    Mohon juga dibahas terhadap berbagai persoalan nyata negeri ini. tks

  71.   Munjir Assalamyon 30 Sep 2008 at 12:48

    Asslmlkm,
    Kanda, Hati-hati bermain di pinggir sumur
    Selamat Hari Raya Ya?

  72.   Jaisy01on 30 Sep 2008 at 20:38

    iya, saya sudah membahas tentang “salah kaprah tentang ta’jil” di sini —-> http://suara01.wordpress.com/2008/09/27/salah-kaprah-tentang-ta’jil/

  73.   rozaqon 01 Oct 2008 at 09:40

    daripada koalisi dengan pdip dengan golkar aja pak hidayat
    tapi klo bisa capresnya dari kita aja.. kan pdip partai orang kristen jadi haram kita pks gabung dengan dia

  74.   Just2liveon 02 Oct 2008 at 14:24

    Hatur nuhun, nambah ilmu satu… :)

  75.   Mohammad Islamion 02 Oct 2008 at 19:09

    ASS ….Pak ustad mestinya sering sering deh nongol di TV ngajarin yang beginian ato pendidikan moral dan sopan santun…pasti deh ga ada lagi FPI ato apalah yang berbau bau aneh gitu…..

  76.   silfion 03 Oct 2008 at 10:55

    Gimana ngebersihin para koruptor di negara ini pak, mereka sudah gak punya malu

  77.   tren di bandungon 04 Oct 2008 at 16:25

    termasuk salah kaprah ga ketika mengakhiri ramadhan dengan bergembira dan “berpesta” (ada makanan yang banyak, baju yang bagus, plesiran, dsb). padahal seharusnya tidak mau berpisah, bersedih dan akhirnya terus melanjutkan berpuasa serta amal-amal lainnya. saking ga mau berpisah. betul ga stadz?

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/04/bedakan-teruskan/

  78.   ninikon 04 Oct 2008 at 19:24

    Assalamu’alaikum wr,wb

    MEMANG BETUL APA KATA PAK USTADZ, TAPI PERLU DISADARI BAHWA BAHASA INDONESIA MENGENAL ISTILAH BAIK DAN BENAR. DIKATAKAN BAIK ITU JIKA ANTARA PEMBICARA SALING MEMAHAMI DAN DIKATAKAN BENAR JIKA SESUAI KAIDAH BAHASA INDONESIA. SEHINGGA, MENYEBUT SILATURAHIM DENGAN SILATURAHMI MENJADI BIASA KARENA MUNGKIN DIANGGAB MEMILIKI ARTI SAMA. TAPI MUDAH-MUDAHAN PENJELASAN PAK USTADZ TERSEBUT BISA DIPAHAMI OLEH KITA SEMUA

    SELAMAT BERJUANG BOS HIDAYAT, KATAKAN YANG BENAR TETAP BENAR DAN YANG SALAH TETAP SALAH AGAR RAKYAT PERCAYA KALAU KEBENARAN ITU MASIH ADA.

    Wassalamu’alaikum wr,wb

  79.   UmarHon 04 Oct 2008 at 20:20

    Assalamu’alaikum,
    Pak Ustadz saya mohon izin untuk copy paste tulisan Bapak di blog saya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum

  80.   cha2_azzahraon 05 Oct 2008 at 13:53

    Wah…jadi cerah ne pikiran kita…

    makasii ya p’Ustadz…. terkadang hal2 yg kecil sering terlupakan padahan dapat berdampak fatal…

    Syukron

  81.   errickon 05 Oct 2008 at 21:48

    pak ustadz, jadi caleg ya?ustadz anis matta juga. ustadz tifatul sembiring juga.lha terus capresnya siapa dong?

  82.   A.Ranie Abon 06 Oct 2008 at 08:21

    Memang manusia tidak luput dari kesalahan dan hanya orang berhati mulia yang berani membetulkan dari kesalahan itu.
    Terimakasih Pak Ustadz,semoga sehat selalu,Aaamiiin.

  83.   ekaon 06 Oct 2008 at 11:49

    Assalamualaikum….

  84.   Kandaron 06 Oct 2008 at 12:46

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu .
    Bagaimana kabarnya ustadz, mau tanya mengenai Arti Bahasa Arab dari :
    Idul Fitri, Apakah Artinya Kembali Sarapan Pagi ( Fitri = Sarapan Pagi ) .
    Terima Kasih …..

    Wassalamu’al;aikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

  85.   iselsariandion 07 Oct 2008 at 09:51

    Jujur saja, aku tu trenyuh atas nasib anak-anak disana. Kenapa tidak, gimana mereka mau bisa bersaing dengan anak-anak kota di Pulau Batam, kalo untuk baca koran saja sussah..!http://iselantang.blogdetik.com/

  86.   detikmaduraon 07 Oct 2008 at 11:00

    Tetep Semangat Saudaraku ….
    Keep Fight on The truth

    best regards,
    http://www.detikmadura.com

  87.   idrison 07 Oct 2008 at 12:35

    assalamualaikum ustadz.
    coba tengok lagi hadits nabi ttg silaturrahmi. “…..WA SILL ARHAAM…..” arhaam disitu
    menunjukkan jamak dari rahm (rahmi) bukan rahiim, sedang ar-arahiim justeru kalimat sifat yang kurang tepat apabila dirangkai dg “silah” (hubungan/menghubungkan) karena susunan kalimatnya idhaafah (mudhaf-mudhaf ilaih). nabi juga tidak mengatakan “WA SILL AR-RAHIIM”.
    jadi hemat saya yg benar silaturrahmi,
    terimakasih semoga bermanfaat

  88.   tren di bandungon 07 Oct 2008 at 15:00

    ustadz ada juga salah kaprah yang lain. ditengah sulitnya lapangan kerja, biasanya kita yang sudah kerja suka nggak fokus mempertahankan pekerjaan itu tetap ada…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/06/lebih-baik-tetap-bekerja-agar-masa-depan-tetap-lebih-baik/

  89.   cipto wardoyoon 08 Oct 2008 at 11:13

    terimakasih pak atas nasihatnya.
    Moga kesalahan dan kekeliruan bangsa ini segera diperbaiki. bangsa kita nampaknya perlu pelurusan dan perbaikan….. yang tentunya dimulai dari hal yang paling kecil dan terus menuju perubahan besar menuju indonesia yang berkeadilan dan sejhtera dalam ridho Allah.

  90.   wong ceperon 10 Oct 2008 at 06:11

    assalamualaikum…

    wah tulisaanya ringan tapi mengena…, sekalian minta ijin mo tak copy buat simpanan file…salam dari tonggoDewe.

  91.   bimoseptyopon 11 Oct 2008 at 14:35

    keren,
    mudah mudah kesejahteraan dapat merata di bumi indonesia ini:)
    AMIN

  92.   Cah Ngawion 12 Oct 2008 at 19:55

    assalamu’alaikum

    tadz…. kapan ke ngawi lagi….
    semua aparat keamanan heran ketika penjenengan datang ke ngawi, lha ustadz kan ketua MPR, mosok gak mau dikawal, padahal camat saja kalau ke desa melihat pembagian raskin saja minta dikawal aparat kepolisian, lha kok ketua MPR malah gak mau

    salut tadz….. lanjutkan benai negeri ini dari penjajah-penjajah berdasi yang berkoar pembela rakyat…..
    maju terus …………bos……..

    wassalamu’alaikum

  93. [...] utama saya mudik tahun ini sebenarnya bukan untuk silaturrahim sebagaimana tradisi lebaran yang banyak dilakukan orang-orang, tapi lebih karena ingin [...]

  94.   nicoon 13 Oct 2008 at 15:09

    kesalahan yang sering dianggep sepele pak..

  95.   Kakaon 14 Oct 2008 at 11:00

    Penyejuk hati.. terimakasih..
    http://www.asephd.co.cc

  96.   samsul arifinon 20 Oct 2008 at 10:26

    alhamdulillah. jadi tau penggunaan kata ‘membatalkan’ puasa yang salah. terima kasih pak.

  97.   taufiqon 06 Nov 2008 at 18:17

    assalamu’alaikum,

    jazakallah, ustadz, buat penjelasannya. Sepertinya penjelasannya memicu munculnya banyak pertanyaan lain nih dari rekan-rekan… InsyaAllah ustadz bisa (dan mau) menjawab kalau ada waktu luang di sela-sela kesibukannya :)

    wassalamu’alaikum..

  98.   kunyuk laperon 10 Nov 2008 at 10:42

    aku melu-melu wae ah, maklum aku kan wong ndeso hihihihi… Pak Hidayat, Matur Sembah Suwun Penjelasanipun :D

  99.   Atmoon 10 Nov 2008 at 14:19

    Ojo koalisi karo PDIP
    mengko padi ne dipangan oleh kebo abang

    Akar rumput belum siap

  100.   jemmion 13 Nov 2008 at 14:40

    Jazakallah ustad, semoga Allah jadikan pemimpin bangsa ini nanti orang-orang yang paham agamanya dengan benar…..
    Hidup no 8 PKS

  101.   Alexon 21 Nov 2008 at 13:29

    Betul sekali betul sekali tuh pak

  102. [...] 1. Idul Fitri 2. Waspadailah Minal Aidin wal-Faizin! 3. Minal Aidin Wal Faizin yang Tidak ada dalam Budaya Arab 4. Minal Aidin wal Faizin - Mohon Maaf Lahir Batin 5. Makna Minal ‘Aidin wal Faidzin 6. Kekeliruan Umum Pada Saat Iedul Fitri 7. Halal bi Halal 8. Halal-bihalal dan Toleransi Beragama 9. Makna Kupatan di Hari Fitri 10. Kupat Santen, Sedaya Lepat Nyuwun Pangapunten 11. Munggahan 12. Salah Kaprah [...]

  103.   Astrajinggaon 12 Dec 2008 at 11:02

    Assalamuálaikum Wr,Wb.

    Alhamdulillah hari ini saya dapat pengetahuan baru.
    Terima kasih Ustadz,

    Wassalamuálaikum Wr, Wb

  104.   darmaon 12 Dec 2008 at 11:25

    manusia zaman sekarang lebih mengutamakan urusan perut, sehingga mudah dipropokasi.
    mungkin, ini pertanda akhir zaman.

  105.   jemblungon 12 Dec 2008 at 11:44

    Trims, walaupun saya sudah tahu dari dulu perbedaannya

  106.   semon 12 Dec 2008 at 12:18

    terimakasih ustad atas pencerahannya

  107.   Hariyantoon 12 Dec 2008 at 12:31

    Mari kita mencontoh para tokoh dan pejabat yang kayak gini.. beliau patut diteladani… bukan tokoh atau pejabat yang hanya suka mengkritik dan mencemooh saja…apalagi koruptor..banyak tuh Calon legislatif yang Korup toh mereka masih dipilih… makanya lihat-lihat kalau mau nYONTRENG DI pEMILU 2009…oK Semoga Bermanfaat

  108.   mexsumon 12 Dec 2008 at 12:40

    terima kasih pak ustadz…

  109.   ruanghation 12 Dec 2008 at 13:21

    Pak ustad .. saya dah baca postingan bapak ini ,begitu diterbitkan, tetapi saya tidak meninggalkan jejak .. heheheh ..

    Hanya setelah itu setiap saya mengucap dan menulis saya selalu mengganti menjadi silahturahim. Duh pencerahan yang sangat berguna .

    Terima kasih pak ustad ..ditunggu postingan lainnya ..

  110.   Putraon 12 Dec 2008 at 14:34

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Semoga Bapak sehat selalu.

    saya muslim Indonesia, sangat mengikut dan menghargai gerakan Bapak dalam politik Indonesia. tapi sayang, akhir-akhir ini wajah-wajah dunia politik memperlihatkan wajah aslinya dalam sentuhan Bapak & PKS. yach… POLITIK (baca: KEKUASAAN) MEMANG CANDU. banyak tindakan-tindakan aneh, kebablasan bahkan sampai ke tingkat ngawur.

    Anomali-anomali tersebut terpampang jelas dan menyesat umat Islam.

    Bagaiamana mungkin seorang HIDAYAT NUR WAHID menyatakan HARUS ADA FATWA HARAM GOLPUT… (SUBNALLAH… nyebut Pak…) Pada jelas dan nyata PKS, partai yang Bapak bina mendukung seorang penjudi jadi pemimpin daerah.

    Bagaimana mungkin seorang HIDAYAT NUR WAHID menyatakan JIHAD YANG TERPENTING ADALAH JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU, padahal berdasarkan hemat kami jelas-jelas Bapak juga tahu ilmu hadist. (sejogyanya Bapak dan kawan juga mengatur NAFSU berkuasanya, BIAR TIDAK SALAH KAPRAH.

    Bagaimana mungkin PKS menyatakan SOEHARTO sebagai pahlawan, guru bangsa… dalam hal KKN (korupsi, kolusi & nepotisme) mengkin benar.

    TOBAT-TOBAT Pak… kekuasaan yang akan dipangku paling lama cuma 5 tahun Pak. azab Allah dan hari akhir jauh lebih lama beribu-ribu kali lipat lamanya.

    Wallahu a’lam bishoab.

    Wassalam

  111.   ashadion 12 Dec 2008 at 15:05

    salaam likum ya ustadz….

    syukran atas artikel tentangnya tentang kata shilaturrahim dan shilaturrahmi, semoga ilmu ustadz manfaat bagi agama dan bangsa ini. wassalaam alaik

  112.   mohamad handyon 12 Dec 2008 at 15:20

    Asallammualaikum pak, pertama saya mengucapkan terima kasih atas pencerahan yg bapak kemukakan. kedua, menurut saya perbedaannya hanya dari segi kata-katanya saja, jadi rasanya kurang tepat kalau dibuat judul salah kaprah pak. menurut saya tidak semuanya salah paling kulitnya namun isinya saya kira di masyarakat kita tidak ada perbedaan antara siraturrahim dan siraturrahmi, saya kira itu yang lebih baik dari pada kita tahu perbedaan namun tidak bisa menyikapinya pada kehidupan dimasyarakat. maaf pak keluar dari pokok permasalahan menurut bapak bagaimana dengan sikap dari sebagian elit politik kita apa mereka bisa berpikiran seperti bapak….?

  113.   myniezon 12 Dec 2008 at 16:36

    Wah…
    Cerah deh…
    Terimakasih pak atas pencerahannya, selama ini kami salah pemahaman nich…
    Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan dan kebahagiaan bagi bapak dan keluarga…
    Juga keluarga besar PKS :)

  114.   onion 12 Dec 2008 at 23:34

    Ass wr wb
    Yth.Pak Hidayat,
    Buat saya mensuci kan hati terasa lebih berat dibandingkan mensucikan badan (jasmani).
    Selalu saja banyak halangan dan ujian2nya.
    Pasrah dengan ketetapan dan garis tangan yg dikirimkan adalah lebih baik dibanding selalu mempertanyakan kejadian2 negatif yg menimpa diri sendiri.
    Mohon kasih tahu caranya bagaimana menjaga hati supaya tetap bersih ya Pak ??
    tks
    Wass wr wb

  115.   vhievhieon 13 Dec 2008 at 16:25

    Sepertinya tahun 2009 telah jatuh pilihan saya ke PKS..

  116.   samsudinon 13 Dec 2008 at 16:38

    GOLPUT merupakan ciptaan manusia, Haram hanya ada di hadapan Allah SWT, Jadi kalau ada FATWA HARAM TENTANG GOLPUT,tindakan ini sudah melewati kuasa sang penciptanya.

    HARAM hanya milik Allah SWT.

  117.   ANTI PARTAIon 14 Dec 2008 at 08:29

    SEKEDAR KRITIK BOLEH KAN SEMUA BOHONG ALIAS WADUL

  118.   Yessyon 15 Dec 2008 at 13:05

    pa’ saya kecewa sekali dengan partai bapak sekarang.

  119.   IBBCon 15 Dec 2008 at 16:34

    Thanks Bro HNW atas infonya… ditunggu Kopdar nih sama teman-teman Bikers di Monas, Salam Persaudaraan…

    regards:
    http://www.indobbc.wordpress.com

  120.   agungon 15 Dec 2008 at 16:38

    Assalaamu’alaikum,

    Kalau nggak salah…yang mempopulerkan istilah silaturahmi adalah HMI. Saat itu HMI diminta Bung Karno untuk mengadakan Halal-Bi-Halal, nah kemudian pada spanduk dan undangan ada kata silaturahmi yang kalau dilihat pada tiga huruf terakhir ada huruf “h-m-i.”

    Begitu seingat saya, kalau ada anggota HMI (yang tua, eh KAHMI ya?…bisa dikoreksi.)

    Banyak kok anak aktivis HMI yang pakai huruf “H-M-I” pada namanya, misal Haemiwanto…(tul gak?)

    Terima kasih…

  121.   Fauzie Abdullahon 15 Dec 2008 at 17:37

    salam kenal pak hidayat..

  122.   sunon 15 Dec 2008 at 19:38

    ass.
    pak ustad mohon maaf saya mau ikutan. yang saya tahu, silaturahmi itu sama akar katanya dengan silaturahim. dan yang saya tau, silaturahmi itu sudah jadi bahasa indonesia. jadi ketika satu kata sudah disadur jadi bahasa indonesia, maka itu menjadi bahasa indonesia. maaf lho. HANYA ALLOH YANG TAHU.

    Pak menggunakan hak suara dalam pemilu itu HAK atau KEWAJIBAN? kalo HAK kok bapak ustad minta MUI buat fatwa haram sich ama yang Golput…..

  123.   YEKTIon 15 Dec 2008 at 20:52

    YAH…….PAK USTAD LAGI KAMPANYE ….YANG MBACA …KASIH KOMENTAR …..MAS2 DAN MBAK2 SOKO PKS…..GITU AJA KOK SALAH KAPRAH…………….

  124.   GOLPUTon 19 Dec 2008 at 05:47

    buktinya mana sih om nurwahid???? udah ngejabat ketua mpr gak nongol2, pas mau pemilu 2009 baru berkoar2 cari muka, maaf ya mending GOLPUT aja, daripada milih. sekarangmah bukan omong kosong, tapi B U K T I.

  125.   dHyNion 09 Feb 2009 at 11:08

    Assalamualaikaum..,

    pa9i Pak Ustad, makasih yuuua atas inFo2 tadi,.. mo9a bisa bermamfaat bwAt QtA semua kHusuznya dHyNi.

    wassalamualaikum wR wB

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply