Salah Kaprah…
Umat Islam Indonesia adalah umat yang suka bersilaturahim. Saling berkunjung, saling menyapa dan saling berkomunikasi. Tetapi, mengapa tetap saja selalu menghadirkan kebencian, kedengkian dan konflik, padahal silaturahmi terus dijalin banyak pihak?
Kalau boleh dikatakan penyakit, penyakit itu adalah seringkali kita keliru menggunakan istilah kata. kita keliru menggunakan istilah silaturahmi. Padahal, yang betul adalah silaturahim.
Lantas, apa bedanya silaturahmi dengan silaturahim ?padahal susunan hurufnya sama saja. Ya, memang perbedaannnya ada pada akhiran yang ada pada huruf mim.
Pada dasarnya silaturahmi berasal dari dua kata, silah dan rahmi. Silah artinya menyambungkan. Sedang rahmi artinya rasa nyeri yang diderita para ibu ketika melahirkan. Hal ini tentu sangat berbeda rahim yakni menyambung rasa kasih sayang dan pengertian.
Itu sebabnya kebencian, kedengkian dan konflik masih saja ada meski silaturahmi terus terjalin. Sebab, yang kita sambung adalah rasa nyeri para ibu kita ketika melahirkan tadi.
Ungkapan lain yang seringkali kita gunakan, dan ternyata salah adalah membatalkan puasa. Seringkali pada saat-saat menjelang maghrib dan akhirnya adzan berkumandang, pada saat yang sama kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang harus selasai. Pada saat itulah salah seorang dari kita: mari kita batalkan puasa kita, ayo batalkan puasanya dulu.
Padahal, kalau ungkapan itu benar-benar diniatkan untuk membatalkan puasa, maka batal benar puasa kita. Batal dalam perspektif tidak ada ganjaran pahala sama sekali terhadap puasa kita itu. Padahal, kita telah menahan lapar, haus serta hal-hal yang membatalkan puasa. Lalu tiba-tiba ibadah kita itu batal hanya karena niat mem-”batal”-kan puasa kita.
Sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sudah sepantasnya kita mencontoh beliau. Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah hadist, istilah berbuka puasa yang tepat adalah mempercepat buka puasa serta mengakhirkan sahur dan bukan membatalkan puasa. Mempercepat dalam artian segera berbuka puasa jika sudah waktunya berbuka, bukan menyegerakan untuk berbuka belum pada waktunya berbuka.
Demikan, semoga sedikit tulisan ini benar-benar merupakan harapan kita untuk perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga tidak ada yang salah kaprah lagi tentang kosakata yang menghadirkan ketidaknyamanan dalam keseharian kita. Apalagi jika berkaitan dengan ibadah.
Wassalam.
September 24th, 2008 at 10:35
Thanks yach Pak
September 24th, 2008 at 11:53
terimakasih ilmunya Pak Ustadz !!
baru tau bedanya silaturahmi dan silaturahim
September 24th, 2008 at 11:56
Ass,
Trimakasih pak Hidayat, ilmu Agama anda ternyata sangat luas.
Wass
September 24th, 2008 at 13:13
pak hidayat jangan koalisi dong dengan PDIP mendingan partai yang lain aja, please, mengecewakan sekali
September 24th, 2008 at 13:41
terimakasih ilmunya..:)
September 24th, 2008 at 14:08
mencerahkan sangat,,
September 24th, 2008 at 15:23
Salam,
Ada yang lain nya Pak Ustad……??
Wassalam
September 24th, 2008 at 17:19
Subhanallah Pak, menjadi terang perbedaan silaturahim dan silaturahmi…
September 24th, 2008 at 17:21
Ass,
Terimakasih pak Ustad atas pencerahannya, semoga banyak tulisan-tulisan serupa yang pak ustad sampaikan di blog.
wassalam.
September 24th, 2008 at 18:49
Terimakasih telah diingatkan kembali ya Pak…semoga kedepannya tidak salah kaprah lagi dalam bertutur kata.
untuk Bang tiyos, koreksi sedikit boleh?
kalo bermaksud untuk menuliskan kalimat Assalamualaikum hendaknya dan lebih baiknya ditulis secara lengkap saja, jangan disingkat “ass”, karena menimbulkan arti yang berbeda (boleh dicari dalam kamus Inggris, arti “ass” apa) dan maksud untuk memberikan salampun pada akhirnya tidak tersampaikan.
maaf sebelumnya telah lancang mengoreksi, peaceee…
September 24th, 2008 at 20:37
batu tahu bedanya antara silaturahmi dan silaturahim… secara dulu tahunya yang bener silaturahim.. tapi ngak tahu salahnya dimana.. thx ustadz… terus ngeblog ya…!!
September 24th, 2008 at 22:23
assalamualaikum ustadz..jazakallah atas artikelnya, memang seringkali banyak istilah asing yang kemudian kita salah kaprah memaknainya, hanya bermodal dari mendengar orang2 tanpa ada ta’kid kita kemudian mempopulerkan istilah tersebut..begitu juga dg kata singkatan2, yg klo d lht secara makna niat baik yg ingin d smpaikan malah tidak tersampaikan bhkan cnderung brmakna sebaliknya, sprti singkatan ass utk assalamualaikum, niat baik sbgai ucapan salam dan perdamaian berubah makna dg arti ass=donkey (eng), smoga ketidaktahuan kita bisa segera mendapatkan pencerahan sehingga tdk terus2an salah kaprah..mhn izin artikel ust sy forward k milis2 yg saya ikuti..ramadhan kariym kullu ‘am wa nahnu thoyyibiyn
September 24th, 2008 at 22:25
Terima kasih atas informasi yang sangat berarti ini.
September 25th, 2008 at 06:22
Assalamu’alaikum…
Syukron atas ilmunya ustadz…
Semoga tetap istiqomah…
Allahu akbar!!!
September 25th, 2008 at 08:06
Ass.Wr Wb.
Memang sering kita salah kaprah, untuk itu kita butuh banyak ustad yang sering mengingatkan kita.
Wassalam
September 25th, 2008 at 08:26
Alhamdulillah
sangat berguna & menambah wawasan, saya sangat menunggu ilmu selanjutnya.
Wassalam
September 25th, 2008 at 08:37
Alhhamdulilah…..terimakasih Ustadz. kyknya masih banyak salah”yang lainnya yang kita g sadar ustadz,,,mohon Ilmunya ustadz
September 25th, 2008 at 08:45
Alhamdulillah……. terima kasih P Ustadz
Semoga harapan kita dapat terwujud… Indinesia semakin baik dan harapan itu masih ada
Wassalam
September 25th, 2008 at 09:19
Assalamu’alaikum,
Wah, beda satu huruf saja bisa jauh beda pengertiannya ya Pa!!
tapi mungkin juga yang di maksud dengan orang yang mengatakan silaturahmi itu maksudnya juga :menyambung rasa kasih sayang dan pengertian” cuma kebanyakan kurang mengerti mana bahasa yang benar.!
Wassalam.
September 25th, 2008 at 09:38
Ass. WW.,
Terima kasih Pak Hidayat.
Uraian Bapak telah manambah wawasan kita,
sehingga jadi lebih ngerti dech…
Kita tunggu info lainnya.
Wass, WW.
September 25th, 2008 at 10:09
[...] Sumber: http://hidayatnurwahid.blogdetik.com/2008/09/24/salah-kaprah/ [...]
September 25th, 2008 at 11:02
Assalamu’alaikum wr. wb
Ternyata gitu ya, baru ngeh sekarang
makasih ilmu’nya pak….
Wassalamu’alaikum wr. wb
September 25th, 2008 at 13:45
Assalam alaykum wr.wb
Alhamdullilah,…petunjuk yang benar telah Ustadz diberikan…
September 25th, 2008 at 13:56
Alhamdulillah… satu lagi ilmu baru saya dapatkan.
September 25th, 2008 at 14:58
Assalamu’laikum wr. wb.
Terimaksih pak atas ilmunya…
wassalamu’alaikum
September 25th, 2008 at 15:26
Assalamualaikum pak, mudah2an pak Hidayat sehat selalu, amin……….
September 25th, 2008 at 15:45
alhamdulilah…. baru sadar kalau selama ini salah make nya
makasih ….
September 25th, 2008 at 16:06
Memang seharusnya para tokoh/pejabat negara tuh seperti ini,
keliatannya seperti menyampaikan hal yang kecil…tapi sebenarnya itulah artinya menjadi seorang pemimpin, mesti punya bekal kebaikan yang banyak agar bermanfaat bagi umat disekitarnya….bukan malah sok2an ingin dihormati….dan sibuk mengumpulkan kekayaan untuk kepentingan sendiri…..berangkatlah dari ketulusan, dengan forum kecil justru rakyat akan lebih memahami…..ingat para pemimpin itu nanti akan dimintai pertanggung jawabannya….dan mari kita do’akan bagi para pejabat yg lupa diri mudah2an segera sadar dan mendapatkan hidayah dari Allah S.W.T …insyaallah nasihat Pak Hidayat ini tulus dari lubuk hati yang paling dalam ..semuanya karena Allah…amiiin….!!!!
September 25th, 2008 at 16:13
nbsp;Alhamdulillah..ustadz memberi inspirasi kpd saya, krn selama ini sy kesulitan menjelaskannya. Kalau istilah zakat fitrah dengan zakat fithri bgmn ustadz? terima kasih sebelumnya.
September 25th, 2008 at 17:39
Assalamu’alaikum…
syukron ustadz utk penjelasannya…
Wassalamu’alaikum wr.wb..
September 25th, 2008 at 20:26
assalamu’alaikum
terima kasih atas ilmu nya
saya baru tau..
wassalam
September 25th, 2008 at 20:59
Mudah2an Ustadz isitiqomah,..Amiin,.
September 25th, 2008 at 21:44
Silaturrahmi dan silaturrahim saya kira tidak punya perbedaan, semua punya dasar dalam bahasa arab.
??? ????????? dan ??? ????????? keduanya berarti: kerabat atau keluarga, begitu juga bisa berarti: rahim atau peranakan.
Jadi menurut saya, kebencian dan kurangnya keharmonisan terjadi bukan karena salah dalam peng-arti-an’kata’ itu, melainkan memang di kalangan kita banyak yang tidak mau mengindahkan makna dari silatrurrahmi, sehingga dalam masyarakat sudah tidak tercipta lagi rasa kasih sayang dan pengertian yang terkandung dari makna silaturrahmi itu, wallahu a’lam.
September 25th, 2008 at 22:28
Trims ust atas tambahan ipteknya. Memang kita bangsa indonesia sering melupakan hal2 kecil. Padahal dari yg kecil itulah yg besar terjadi. Kita juga senang hal2 yg instan sehingga dikemudian hari kita kecewa, karena hal tsb keropos sehingga gagap menghadapi perubahan.
September 25th, 2008 at 22:51
Terima kasih p Ustadz atas pencerahannya..semoga bangsa ini semakin bersatu beriman dan menuju bangsa yang besar yang dirdloi Alloh……..maju terus pak Hidayat
September 26th, 2008 at 00:50
duh, kalo boleh pak, kapan ya saya bisa bersilaturahmi dengan bapak ? ………..eh, bersilaturahim maksud saya…….:D terima kasih ilmunya pak, semoga menjadi amal baik !
September 26th, 2008 at 04:21
assalamu’alaik….
iya memang, banyak orang yg tahu sebenarnya tentang hal tersebut, tetapi malahan benar2 di salah kaprahkan.
dan masih banyak lagi ungkapan2 yg di salah kaprahkan, mari temukan ungkapan2 itu dan kita berbaiki bersama. wassalamu’alaik….
September 26th, 2008 at 05:27
Syukron pak Wahid, biar sedikit jadi wawasan sy dari silaturahmi ke silaturahim dan membatalkan puasa harusnya berbuka puasa, karena suka banyak bohong kali ya lidah jadi sering kepleset. Ya Allah ampuni hambamu yang hina ini.
September 26th, 2008 at 07:20
selamat lebaran Tadz
September 26th, 2008 at 07:38
[...] -> Forum Silaturahim, bukan Silaturahmi Setelah baca artikelnya pak hidayat nur wahid di blognya, saya jadi inget tentang FSLDK. Forum Silaturahmi Silaturrahim Lembaga Dakwah [...]
September 26th, 2008 at 08:12
Wah, sharing ilmunya bermanfaat..
alhamdulillah, makasih ustadz
September 26th, 2008 at 09:20
Semoga Kasih Sayang selalu terpelihara di bumi ini
September 26th, 2008 at 09:44
ohh kita tuh ya , Pak Terimakasih untuk pencerahannya
September 26th, 2008 at 10:25
ohh gitu….. jd selama ini salah ya…..
trus puasanya gimana jdnya…..???
kalo blm tau apa pahalanya masih dapet ustadz???
dibanyakin tulisan2 yang “salah kaprah” kaya gini ya..
yang masalah dianggap sepele tapi sebenernya masalah yang nggak sepele,,,, penting ini…..
September 26th, 2008 at 11:52
Silahturahmi atau Silaturahim jangan diartikan dengan kata-kata saja. Kalau sudah salaman itu dianggap sudah silaturahmi padahal Silaturahmi itu menyangkut hablumminannas (maaf kalau salah tulis) yaitu hubungan antar sesama manusia. Melakukan tindakan korupsi atau tindakan merugikan orang lain atau semacam itu termasuk orang yang tidak silaturahim atau silaturahmi. Maka itulah sebenarnya penyebab mengapa silaturahmi selalu dilakukan tetapi tidak ada realisasi kebaikannya. Jadi Anda yang salah kaprah!
September 26th, 2008 at 14:17
ustadz, ini salah kaprah juga ngga. ‘iedul fitri identik dengan menyambut kemenangan.
maaf kalau saya bernada pesimis, kita tidak layak menyambut akhir Ramadhan ini dengan menyambut KEMENANGAN
kata-kata itu sungguh sudah melenakan kita dari kondisi sesungguhnya
mudah2an ini Ramadhan terakhir kita menderita kekalahan
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/26/menyambut-kekalahan-0-3/
September 26th, 2008 at 14:23
ngomong-ngomong soal salah kaprah, ustadz juga kayak gitu deh. coba saja kalau ustan ngomong sama sesama ustadz, asti ngomongnya pakai ana-antum. padahal antum itukan untuk orang kedua jamak, harusnya kan pake anta saja. kalau ustadz jawab antum adalah kata penghalus, di hadist2 shahih tidak pernah para sahabat mengatakan antum kepada Nabi. tetap seperti biasa saja = anta yaa rasululloh. jadi ustadz juga harus konsisten dong…..
September 26th, 2008 at 14:29
ustadz, apakah juga dengan kata2 “menyegerakan berbuka” apakah artinya segera berbuka ketika detik pertama adzan maghrib. atau kata menyegerakan itu maksudnya adalah jangan berlama-lama dalam prosesi berbukanya. artinya segera saja berbuka dengan secukupnya, misal hanya dengan 3 kurma dan segelas air, kemudian kembali beribadah, maghrib, tilawah tarawih, dll. baru berbuka (makan) dengan makanan lainnya atau nanti kalau perlu , sekalian saja pas sahur.
bukankah puasa itu bermakna imsaq, menahan…??? kalau sudah ditahan kenapa dilepas…
September 26th, 2008 at 14:36
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Terima kasih Uts. atas ilmunya saya baru tahu
Marhaban Ya Rohmadhon
Selamat menunaikan Ibadah Puasa
Minaladzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan batin
September 26th, 2008 at 18:36
halo pak Hidayat….. Maaf menyimpang sedikit yach…..
Berani ga usulin ke anggotanya di MPR kalau yang kerja di lingkungan pemerintahan yang ketahuan korupsi di hukum gantung sesuai dengan hukum Islam dan semua harta dia dan anak-anaknya di sita buat negara, karena banyaknya yang korupsi makanya Indonesia susah berkembang , negara kaya tapi penduduk miskin banyak, fakir miskin berserak di jalan, gelandangan banyak, masih banyak desa tertinggal, sampai sampai banyak yang kekurangan gizi, dll
Terima kasih
September 26th, 2008 at 19:47
Assalamu’alaikum wr wb. Yth.Pak Ustadz, nuhun pisan tulisannya ya, ulasan lainnya selalu ditunggu, dan ngemeng ngemeng, website nya PakHaji Nurwahid apa ya? supaya saya bisa baca opini, tulisan, ulasan nya, juga foto keluarga..he..he, kan istri nya cantik lho, udah hajjah, dokter, punya rumah sakit lagi, wah hebat euy, salam taklim dari purindah@gmail.com
September 26th, 2008 at 22:05
kalo istilah ta’jil itu sepertinya salah kaprah juga ya ustadz?
mohon dibahas… syukran
September 27th, 2008 at 10:40
Assalamu’alaikum wr,wb
Pak Ustad, klo itu sudah salah kaprah kayak gini gimana cara memperbaikinya ? sehingga bangsa ini tidak gontok - gontokan terus …. tolong Pak Hidayat nulis tentang cara menyelesaikan konflik yang ada di Indonesia ? Bangsa ini secara mental sudah sangat bobrok dan saya sangat mengharapkan peran dan kiprah P Hidayat dalam negara ini. Semoga P,Hidayat senantiasa mendapatkan rahmat dan petunjuk dari Allo Swt.
Wassalam wr wb
September 27th, 2008 at 13:39
Terima kasih penjelasannya Pak Ustadz, mungkin masih banyak istilah yg salah kaprah yg perlu Pak Ustadz jelaskan biar bangsa tidak salah kaprah dan berdosa….
September 27th, 2008 at 14:53
Alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat hari ini …
Terimakasih Bpk. Ketua MPR kita …..
Ass….
September 28th, 2008 at 05:25
Assalamualaikum…
Pak, setahu saya istilah “berbuka puasa” juga salah. Setidaknya dalam perspektif tata bahasa Indonesia. Kalau yang dimaksud adalah menutup/mengakhiri ibadah puasa pada hari itu, seharusnya istilahnya menjadi “menutup/mengakhiri puasa”, bukan “berbuka/mengawali puasa”. Bukannya ibadah sahur yang seharusnya disebut berbuka puasa? Karena ibadah sahur adalah ibadah yang mengawali/membuka ibadah puasa pada hari itu. Makan/minum pada saat adzan Maghrib adalah untuk menutup ibadah puasa pada hari itu (dan bukan membatalkan puasa, tepat seperti tulisan Bapak). Tentu saja, yang diakhiri adalah beberapa ibadah seperti tidak makan/minum, dan beberapa yang lain. Ibadah sholat jalan terus dong. Tapi berhubung istilah ini sudah salah kaprah selama berabad-abad, akhirnya sulit dikoreksi deh….
September 28th, 2008 at 06:15
Assalam
Pak Hidayat, makasih pencerahannya
PKS jauh jauh deh dari PDIP, kasihan kita yg dah dukung PKS
Wassalam
September 28th, 2008 at 10:37
Alhamdulillah, alangkah nikmatnya kalau negeri ini dipimpin ustadz Hidayat Nur Wahid, ‘ulama yang umaro’ dan umaro’ yang ‘ulama, smoga dakwah ustadz smakin membumi…..
September 28th, 2008 at 12:43
Ohh.., gitu yach. kirain sama aja. Baru tah deh. Thaks Uztad. Met Idul Fitri, Maaf Lahir Bathin.
September 28th, 2008 at 13:19
wah…..memang betul…..
kebanyakan orang2 indo senang merubah kata2……
(just my opinion)
met lebaran ya….
September 29th, 2008 at 08:03
Jazakumullah Ust..
Semoga bisa jadi calon presiden..
Survei-survei sudah semakin membuktikan. naik.. naik.. dan terus naik..
wassalam
*Hermawan
September 29th, 2008 at 11:39
Wah, bapak emang jenius..salut deh..saya dukung sejuta persen kalo bapak jd persident..minal aidin wal faidzin ya pak..wasallam
September 29th, 2008 at 11:52
syukron atas ilmunya pak…
September 29th, 2008 at 13:15
AlhamduliLlah… Terima kasih pencerahannya pak…
Model pemimpin seperti Bapak yang dibutuhkan saat ini dan yang akan datang
Fokus pada pencerahan umat dan bukan sebaliknya menjerumuskan umat pada kebatilan
September 29th, 2008 at 17:22
Pak hidayat, please jangan koalisi sama PDIP and Golkar…. itu sangat2 merugikan PKS dan lebih banyak mudharatnya….
Kalau sampai kejadian koalisi dengan PDIP dan Golkar… saya sangat kecewa sekali sebagai simpatisan PKS..
September 29th, 2008 at 21:54
Terima kasih Pak, setelah lama menunggu akhirnya Bapak kembali menerbitkan artikelnya….. ana tunggu terus tausyiahnya Pak Ustad… Harapan itu masih ada.
September 29th, 2008 at 23:04
Terimakasih atas pencerahannya
Mohon juga dibahas terhadap berbagai persoalan nyata negeri ini. tks
September 30th, 2008 at 12:48
Asslmlkm,
Kanda, Hati-hati bermain di pinggir sumur
Selamat Hari Raya Ya?
September 30th, 2008 at 20:38
iya, saya sudah membahas tentang “salah kaprah tentang ta’jil” di sini —-> http://suara01.wordpress.com/2008/09/27/salah-kaprah-tentang-tajil/
October 1st, 2008 at 09:40
daripada koalisi dengan pdip dengan golkar aja pak hidayat
tapi klo bisa capresnya dari kita aja.. kan pdip partai orang kristen jadi haram kita pks gabung dengan dia
October 2nd, 2008 at 14:24
Hatur nuhun, nambah ilmu satu…
October 2nd, 2008 at 19:09
ASS ….Pak ustad mestinya sering sering deh nongol di TV ngajarin yang beginian ato pendidikan moral dan sopan santun…pasti deh ga ada lagi FPI ato apalah yang berbau bau aneh gitu…..
October 3rd, 2008 at 10:55
Gimana ngebersihin para koruptor di negara ini pak, mereka sudah gak punya malu
October 4th, 2008 at 16:25
termasuk salah kaprah ga ketika mengakhiri ramadhan dengan bergembira dan “berpesta” (ada makanan yang banyak, baju yang bagus, plesiran, dsb). padahal seharusnya tidak mau berpisah, bersedih dan akhirnya terus melanjutkan berpuasa serta amal-amal lainnya. saking ga mau berpisah. betul ga stadz?
http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/04/bedakan-teruskan/
October 4th, 2008 at 19:24
Assalamualaikum wr,wb
MEMANG BETUL APA KATA PAK USTADZ, TAPI PERLU DISADARI BAHWA BAHASA INDONESIA MENGENAL ISTILAH BAIK DAN BENAR. DIKATAKAN BAIK ITU JIKA ANTARA PEMBICARA SALING MEMAHAMI DAN DIKATAKAN BENAR JIKA SESUAI KAIDAH BAHASA INDONESIA. SEHINGGA, MENYEBUT SILATURAHIM DENGAN SILATURAHMI MENJADI BIASA KARENA MUNGKIN DIANGGAB MEMILIKI ARTI SAMA. TAPI MUDAH-MUDAHAN PENJELASAN PAK USTADZ TERSEBUT BISA DIPAHAMI OLEH KITA SEMUA
SELAMAT BERJUANG BOS HIDAYAT, KATAKAN YANG BENAR TETAP BENAR DAN YANG SALAH TETAP SALAH AGAR RAKYAT PERCAYA KALAU KEBENARAN ITU MASIH ADA.
Wassalamualaikum wr,wb
October 4th, 2008 at 20:20
Assalamu’alaikum,
Pak Ustadz saya mohon izin untuk copy paste tulisan Bapak di blog saya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum
October 5th, 2008 at 13:53
Wah…jadi cerah ne pikiran kita…
makasii ya p’Ustadz…. terkadang hal2 yg kecil sering terlupakan padahan dapat berdampak fatal…
Syukron
October 5th, 2008 at 21:48
pak ustadz, jadi caleg ya?ustadz anis matta juga. ustadz tifatul sembiring juga.lha terus capresnya siapa dong?
October 6th, 2008 at 08:21
Memang manusia tidak luput dari kesalahan dan hanya orang berhati mulia yang berani membetulkan dari kesalahan itu.
Terimakasih Pak Ustadz,semoga sehat selalu,Aaamiiin.
October 6th, 2008 at 11:49
Assalamualaikum….
October 6th, 2008 at 12:46
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu .
Bagaimana kabarnya ustadz, mau tanya mengenai Arti Bahasa Arab dari :
Idul Fitri, Apakah Artinya Kembali Sarapan Pagi ( Fitri = Sarapan Pagi ) .
Terima Kasih …..
Wassalamu’al;aikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.
October 7th, 2008 at 09:51
Jujur saja, aku tu trenyuh atas nasib anak-anak disana. Kenapa tidak, gimana mereka mau bisa bersaing dengan anak-anak kota di Pulau Batam, kalo untuk baca koran saja sussah..!http://iselantang.blogdetik.com/
October 7th, 2008 at 11:00
Tetep Semangat Saudaraku ….
Keep Fight on The truth
best regards,
http://www.detikmadura.com
October 7th, 2008 at 12:35
assalamualaikum ustadz.
coba tengok lagi hadits nabi ttg silaturrahmi. “…..WA SILL ARHAAM…..” arhaam disitu
menunjukkan jamak dari rahm (rahmi) bukan rahiim, sedang ar-arahiim justeru kalimat sifat yang kurang tepat apabila dirangkai dg “silah” (hubungan/menghubungkan) karena susunan kalimatnya idhaafah (mudhaf-mudhaf ilaih). nabi juga tidak mengatakan “WA SILL AR-RAHIIM”.
jadi hemat saya yg benar silaturrahmi,
terimakasih semoga bermanfaat
October 7th, 2008 at 15:00
ustadz ada juga salah kaprah yang lain. ditengah sulitnya lapangan kerja, biasanya kita yang sudah kerja suka nggak fokus mempertahankan pekerjaan itu tetap ada…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/06/lebih-baik-tetap-bekerja-agar-masa-depan-tetap-lebih-baik/
October 8th, 2008 at 11:13
terimakasih pak atas nasihatnya.
Moga kesalahan dan kekeliruan bangsa ini segera diperbaiki. bangsa kita nampaknya perlu pelurusan dan perbaikan….. yang tentunya dimulai dari hal yang paling kecil dan terus menuju perubahan besar menuju indonesia yang berkeadilan dan sejhtera dalam ridho Allah.
October 10th, 2008 at 06:11
assalamualaikum…
wah tulisaanya ringan tapi mengena…, sekalian minta ijin mo tak copy buat simpanan file…salam dari tonggoDewe.
October 11th, 2008 at 14:35
keren,
mudah mudah kesejahteraan dapat merata di bumi indonesia ini:)
AMIN
October 12th, 2008 at 19:55
assalamu’alaikum
tadz…. kapan ke ngawi lagi….
semua aparat keamanan heran ketika penjenengan datang ke ngawi, lha ustadz kan ketua MPR, mosok gak mau dikawal, padahal camat saja kalau ke desa melihat pembagian raskin saja minta dikawal aparat kepolisian, lha kok ketua MPR malah gak mau
salut tadz….. lanjutkan benai negeri ini dari penjajah-penjajah berdasi yang berkoar pembela rakyat…..
maju terus …………bos……..
wassalamu’alaikum
October 12th, 2008 at 20:11
[...] utama saya mudik tahun ini sebenarnya bukan untuk silaturrahim sebagaimana tradisi lebaran yang banyak dilakukan orang-orang, tapi lebih karena ingin [...]
October 13th, 2008 at 15:09
kesalahan yang sering dianggep sepele pak..
October 14th, 2008 at 11:00
Penyejuk hati.. terimakasih..
http://www.asephd.co.cc
October 20th, 2008 at 10:26
alhamdulillah. jadi tau penggunaan kata ‘membatalkan’ puasa yang salah. terima kasih pak.
November 6th, 2008 at 18:17
assalamu’alaikum,
jazakallah, ustadz, buat penjelasannya. Sepertinya penjelasannya memicu munculnya banyak pertanyaan lain nih dari rekan-rekan… InsyaAllah ustadz bisa (dan mau) menjawab kalau ada waktu luang di sela-sela kesibukannya
wassalamu’alaikum..
November 10th, 2008 at 10:42
aku melu-melu wae ah, maklum aku kan wong ndeso hihihihi… Pak Hidayat, Matur Sembah Suwun Penjelasanipun
November 10th, 2008 at 14:19
Ojo koalisi karo PDIP
mengko padi ne dipangan oleh kebo abang
Akar rumput belum siap
November 13th, 2008 at 14:40
Jazakallah ustad, semoga Allah jadikan pemimpin bangsa ini nanti orang-orang yang paham agamanya dengan benar…..
Hidup no 8 PKS
November 21st, 2008 at 13:29
Betul sekali betul sekali tuh pak
December 10th, 2008 at 04:21
[...] 1. Idul Fitri 2. Waspadailah Minal Aidin wal-Faizin! 3. Minal Aidin Wal Faizin yang Tidak ada dalam Budaya Arab 4. Minal Aidin wal Faizin - Mohon Maaf Lahir Batin 5. Makna Minal Aidin wal Faidzin 6. Kekeliruan Umum Pada Saat Iedul Fitri 7. Halal bi Halal 8. Halal-bihalal dan Toleransi Beragama 9. Makna Kupatan di Hari Fitri 10. Kupat Santen, Sedaya Lepat Nyuwun Pangapunten 11. Munggahan 12. Salah Kaprah [...]
December 12th, 2008 at 11:02
Assalamulaikum Wr,Wb.
Alhamdulillah hari ini saya dapat pengetahuan baru.
Terima kasih Ustadz,
Wassalamulaikum Wr, Wb
December 12th, 2008 at 11:25
manusia zaman sekarang lebih mengutamakan urusan perut, sehingga mudah dipropokasi.
mungkin, ini pertanda akhir zaman.
December 12th, 2008 at 11:44
Trims, walaupun saya sudah tahu dari dulu perbedaannya
December 12th, 2008 at 12:18
terimakasih ustad atas pencerahannya
December 12th, 2008 at 12:31
Mari kita mencontoh para tokoh dan pejabat yang kayak gini.. beliau patut diteladani… bukan tokoh atau pejabat yang hanya suka mengkritik dan mencemooh saja…apalagi koruptor..banyak tuh Calon legislatif yang Korup toh mereka masih dipilih… makanya lihat-lihat kalau mau nYONTRENG DI pEMILU 2009…oK Semoga Bermanfaat
December 12th, 2008 at 12:40
terima kasih pak ustadz…
December 12th, 2008 at 13:21
Pak ustad .. saya dah baca postingan bapak ini ,begitu diterbitkan, tetapi saya tidak meninggalkan jejak .. heheheh ..
Hanya setelah itu setiap saya mengucap dan menulis saya selalu mengganti menjadi silahturahim. Duh pencerahan yang sangat berguna .
Terima kasih pak ustad ..ditunggu postingan lainnya ..
December 12th, 2008 at 15:05
salaam likum ya ustadz….
syukran atas artikel tentangnya tentang kata shilaturrahim dan shilaturrahmi, semoga ilmu ustadz manfaat bagi agama dan bangsa ini. wassalaam alaik
December 12th, 2008 at 15:20
Asallammualaikum pak, pertama saya mengucapkan terima kasih atas pencerahan yg bapak kemukakan. kedua, menurut saya perbedaannya hanya dari segi kata-katanya saja, jadi rasanya kurang tepat kalau dibuat judul salah kaprah pak. menurut saya tidak semuanya salah paling kulitnya namun isinya saya kira di masyarakat kita tidak ada perbedaan antara siraturrahim dan siraturrahmi, saya kira itu yang lebih baik dari pada kita tahu perbedaan namun tidak bisa menyikapinya pada kehidupan dimasyarakat. maaf pak keluar dari pokok permasalahan menurut bapak bagaimana dengan sikap dari sebagian elit politik kita apa mereka bisa berpikiran seperti bapak….?
December 12th, 2008 at 16:36
Wah…
Cerah deh…
Terimakasih pak atas pencerahannya, selama ini kami salah pemahaman nich…
Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan dan kebahagiaan bagi bapak dan keluarga…
Juga keluarga besar PKS
December 12th, 2008 at 23:34
Ass wr wb
Yth.Pak Hidayat,
Buat saya mensuci kan hati terasa lebih berat dibandingkan mensucikan badan (jasmani).
Selalu saja banyak halangan dan ujian2nya.
Pasrah dengan ketetapan dan garis tangan yg dikirimkan adalah lebih baik dibanding selalu mempertanyakan kejadian2 negatif yg menimpa diri sendiri.
Mohon kasih tahu caranya bagaimana menjaga hati supaya tetap bersih ya Pak ??
tks
Wass wr wb
December 13th, 2008 at 16:25
Sepertinya tahun 2009 telah jatuh pilihan saya ke PKS..
December 13th, 2008 at 16:38
GOLPUT merupakan ciptaan manusia, Haram hanya ada di hadapan Allah SWT, Jadi kalau ada FATWA HARAM TENTANG GOLPUT,tindakan ini sudah melewati kuasa sang penciptanya.
HARAM hanya milik Allah SWT.
December 14th, 2008 at 08:29
SEKEDAR KRITIK BOLEH KAN SEMUA BOHONG ALIAS WADUL
December 15th, 2008 at 13:05
pa’ saya kecewa sekali dengan partai bapak sekarang.
December 15th, 2008 at 16:34
Thanks Bro HNW atas infonya… ditunggu Kopdar nih sama teman-teman Bikers di Monas, Salam Persaudaraan…
regards:
http://www.indobbc.wordpress.com
December 15th, 2008 at 16:38
Assalaamu’alaikum,
Kalau nggak salah…yang mempopulerkan istilah silaturahmi adalah HMI. Saat itu HMI diminta Bung Karno untuk mengadakan Halal-Bi-Halal, nah kemudian pada spanduk dan undangan ada kata silaturahmi yang kalau dilihat pada tiga huruf terakhir ada huruf “h-m-i.”
Begitu seingat saya, kalau ada anggota HMI (yang tua, eh KAHMI ya?…bisa dikoreksi.)
Banyak kok anak aktivis HMI yang pakai huruf “H-M-I” pada namanya, misal Haemiwanto…(tul gak?)
Terima kasih…
December 15th, 2008 at 17:37
salam kenal pak hidayat..
December 15th, 2008 at 19:38
ass.
pak ustad mohon maaf saya mau ikutan. yang saya tahu, silaturahmi itu sama akar katanya dengan silaturahim. dan yang saya tau, silaturahmi itu sudah jadi bahasa indonesia. jadi ketika satu kata sudah disadur jadi bahasa indonesia, maka itu menjadi bahasa indonesia. maaf lho. HANYA ALLOH YANG TAHU.
Pak menggunakan hak suara dalam pemilu itu HAK atau KEWAJIBAN? kalo HAK kok bapak ustad minta MUI buat fatwa haram sich ama yang Golput…..
December 15th, 2008 at 20:52
YAH…….PAK USTAD LAGI KAMPANYE ….YANG MBACA …KASIH KOMENTAR …..MAS2 DAN MBAK2 SOKO PKS…..GITU AJA KOK SALAH KAPRAH…………….
December 19th, 2008 at 05:47
buktinya mana sih om nurwahid???? udah ngejabat ketua mpr gak nongol2, pas mau pemilu 2009 baru berkoar2 cari muka, maaf ya mending GOLPUT aja, daripada milih. sekarangmah bukan omong kosong, tapi B U K T I.
February 9th, 2009 at 11:08
Assalamualaikaum..,
pa9i Pak Ustad, makasih yuuua atas inFo2 tadi,.. mo9a bisa bermamfaat bwAt QtA semua kHusuznya dHyNi.
wassalamualaikum wR wB
August 20th, 2009 at 09:28
Sekarang nih: apakah istilah berbuka puasa itu sudah betul? Menurut saya, kata “berbuka” lebih dekat ke makna “memulai”, padahal yang selama ini dimaksud dengan “berbuka puasa” adalah “mengakhiri” ibadah puasa makan dan minum (ibadah sholat dll jalan terus, nambah malah seharusnya) pada hari itu. Kita kan sudah mengawali ibadah puasa dengan sahur. Gimana dong ini?