Salah Kaprah…

Umat Islam Indonesia adalah umat yang suka bersilaturahim. Saling berkunjung, saling menyapa dan saling berkomunikasi. Tetapi, mengapa tetap saja selalu menghadirkan kebencian, kedengkian dan konflik, padahal silaturahmi terus dijalin banyak pihak?

Kalau boleh dikatakan penyakit, penyakit itu adalah seringkali kita keliru menggunakan istilah kata. kita keliru menggunakan istilah silaturahmi. Padahal, yang betul adalah silaturahim.

Lantas, apa bedanya silaturahmi dengan silaturahim ?padahal susunan hurufnya sama saja. Ya, memang perbedaannnya ada pada akhiran yang ada pada huruf mim.

Pada dasarnya silaturahmi berasal dari dua kata, silah dan rahmi. Silah artinya menyambungkan. Sedang rahmi artinya rasa nyeri yang diderita para ibu ketika melahirkan. Hal ini tentu sangat berbeda rahim yakni menyambung rasa kasih sayang dan pengertian.

Itu sebabnya kebencian, kedengkian dan konflik masih saja ada meski silaturahmi terus terjalin. Sebab, yang kita sambung adalah rasa nyeri para ibu kita ketika melahirkan tadi.

Ungkapan lain yang seringkali kita gunakan, dan ternyata salah adalah membatalkan puasa. Seringkali pada saat-saat menjelang maghrib dan akhirnya adzan berkumandang, pada saat yang sama kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang harus selasai. Pada saat itulah salah seorang dari kita: mari kita batalkan puasa kita, ayo batalkan puasanya dulu.

Padahal, kalau ungkapan itu benar-benar diniatkan untuk membatalkan puasa, maka batal benar puasa kita. Batal dalam perspektif tidak ada ganjaran pahala sama sekali terhadap puasa kita itu. Padahal, kita telah menahan lapar, haus serta hal-hal yang membatalkan puasa. Lalu tiba-tiba ibadah kita itu batal hanya karena niat mem-”batal”-kan puasa kita.

Sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sudah sepantasnya kita mencontoh beliau. Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah hadist, istilah berbuka puasa yang tepat adalah mempercepat buka puasa serta mengakhirkan sahur dan bukan membatalkan puasa. Mempercepat dalam artian segera berbuka puasa jika sudah waktunya berbuka, bukan menyegerakan untuk berbuka belum pada waktunya berbuka.

Demikan, semoga sedikit tulisan ini benar-benar merupakan harapan kita untuk perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga tidak ada yang salah kaprah lagi tentang kosakata yang menghadirkan ketidaknyamanan dalam keseharian kita. Apalagi jika berkaitan dengan ibadah.

Wassalam.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

122 Responses to “Salah Kaprah…”

  1. Rizkiy Says:

    Thanks yach Pak

  2. dandoenk Says:

    terimakasih ilmunya Pak Ustadz !! :D

    baru tau bedanya silaturahmi dan silaturahim

  3. tiyos Says:

    Ass,
    Trimakasih pak Hidayat, ilmu Agama anda ternyata sangat luas.
    Wass

  4. banghasan Says:

    pak hidayat jangan koalisi dong dengan PDIP mendingan partai yang lain aja, please, mengecewakan sekali

  5. d2k Says:

    terimakasih ilmunya..:)

  6. antin Says:

    mencerahkan sangat,,

  7. heri Says:

    Salam,

    Ada yang lain nya Pak Ustad……??

    Wassalam

  8. fatwa Says:

    Subhanallah Pak, menjadi terang perbedaan silaturahim dan silaturahmi…

  9. Syamsul h Says:

    Ass,
    Terimakasih pak Ustad atas pencerahannya, semoga banyak tulisan-tulisan serupa yang pak ustad sampaikan di blog.

    wassalam.

  10. salam Says:

    Terimakasih telah diingatkan kembali ya Pak…semoga kedepannya tidak salah kaprah lagi dalam bertutur kata.

    untuk Bang tiyos, koreksi sedikit boleh?
    kalo bermaksud untuk menuliskan kalimat Assalamualaikum hendaknya dan lebih baiknya ditulis secara lengkap saja, jangan disingkat “ass”, karena menimbulkan arti yang berbeda (boleh dicari dalam kamus Inggris, arti “ass” apa) dan maksud untuk memberikan salampun pada akhirnya tidak tersampaikan.
    maaf sebelumnya telah lancang mengoreksi, peaceee…

  11. arif Says:

    batu tahu bedanya antara silaturahmi dan silaturahim… secara dulu tahunya yang bener silaturahim.. tapi ngak tahu salahnya dimana.. thx ustadz… terus ngeblog ya…!!

  12. adin Says:

    assalamualaikum ustadz..jazakallah atas artikelnya, memang seringkali banyak istilah asing yang kemudian kita salah kaprah memaknainya, hanya bermodal dari mendengar orang2 tanpa ada ta’kid kita kemudian mempopulerkan istilah tersebut..begitu juga dg kata singkatan2, yg klo d lht secara makna niat baik yg ingin d smpaikan malah tidak tersampaikan bhkan cnderung brmakna sebaliknya, sprti singkatan ass utk assalamualaikum, niat baik sbgai ucapan salam dan perdamaian berubah makna dg arti ass=donkey (eng), smoga ketidaktahuan kita bisa segera mendapatkan pencerahan sehingga tdk terus2an salah kaprah..mhn izin artikel ust sy forward k milis2 yg saya ikuti..ramadhan kariym kullu ‘am wa nahnu thoyyibiyn

  13. Jay Says:

    Terima kasih atas informasi yang sangat berarti ini.

  14. Ahmad Suhendra Says:

    Assalamu’alaikum…
    Syukron atas ilmunya ustadz…
    Semoga tetap istiqomah…
    Allahu akbar!!!

  15. RISCHAN FERRY Says:

    Ass.Wr Wb.

    Memang sering kita salah kaprah, untuk itu kita butuh banyak ustad yang sering mengingatkan kita.

    Wassalam

  16. A_Mak Says:

    Alhamdulillah
    sangat berguna & menambah wawasan, saya sangat menunggu ilmu selanjutnya.

    Wassalam

  17. yandi Says:

    Alhhamdulilah…..terimakasih Ustadz. kyknya masih banyak salah”yang lainnya yang kita g sadar ustadz,,,mohon Ilmunya ustadz

  18. dori ququ Says:

    Alhamdulillah……. terima kasih P Ustadz
    Semoga harapan kita dapat terwujud… Indinesia semakin baik dan harapan itu masih ada

    Wassalam

  19. wanto Says:

    Assalamu’alaikum,

    Wah, beda satu huruf saja bisa jauh beda pengertiannya ya Pa!!

    tapi mungkin juga yang di maksud dengan orang yang mengatakan silaturahmi itu maksudnya juga :menyambung rasa kasih sayang dan pengertian” cuma kebanyakan kurang mengerti mana bahasa yang benar.!

    Wassalam.

  20. Ratna Says:

    Ass. WW.,

    Terima kasih Pak Hidayat.
    Uraian Bapak telah manambah wawasan kita,
    sehingga jadi lebih ngerti dech…

    Kita tunggu info lainnya.

    Wass, WW.

  21. Salah Kaprah « Villa Mutiara Gading 2 Community Says:

    [...] Sumber: http://hidayatnurwahid.blogdetik.com/2008/09/24/salah-kaprah/ [...]

  22. PenYejuk haTi UntukmU Says:

    Assalamu’alaikum wr. wb

    Ternyata gitu ya, baru ngeh sekarang
    makasih ilmu’nya pak….

    Wassalamu’alaikum wr. wb

  23. Tweandy Says:

    Assalam alaykum wr.wb
    Alhamdullilah,…petunjuk yang benar telah Ustadz diberikan…

  24. ARS Says:

    Alhamdulillah… satu lagi ilmu baru saya dapatkan. ;)

  25. ronn Says:

    Assalamu’laikum wr. wb.

    Terimaksih pak atas ilmunya…

    wassalamu’alaikum

  26. azlankadir Says:

    Assalamualaikum pak, mudah2an pak Hidayat sehat selalu, amin……….

  27. bapakethufail Says:

    alhamdulilah…. baru sadar kalau selama ini salah make nya
    makasih ….

  28. BeNe2 Says:

    Memang seharusnya para tokoh/pejabat negara tuh seperti ini,
    keliatannya seperti menyampaikan hal yang kecil…tapi sebenarnya itulah artinya menjadi seorang pemimpin, mesti punya bekal kebaikan yang banyak agar bermanfaat bagi umat disekitarnya….bukan malah sok2an ingin dihormati….dan sibuk mengumpulkan kekayaan untuk kepentingan sendiri…..berangkatlah dari ketulusan, dengan forum kecil justru rakyat akan lebih memahami…..ingat para pemimpin itu nanti akan dimintai pertanggung jawabannya….dan mari kita do’akan bagi para pejabat yg lupa diri mudah2an segera sadar dan mendapatkan hidayah dari Allah S.W.T …insyaallah nasihat Pak Hidayat ini tulus dari lubuk hati yang paling dalam ..semuanya karena Allah…amiiin….!!!!

  29. najib Says:

    nbsp;Alhamdulillah..ustadz memberi inspirasi kpd saya, krn selama ini sy kesulitan menjelaskannya. Kalau istilah zakat fitrah dengan zakat fithri bgmn ustadz? terima kasih sebelumnya.

  30. syahid Says:

    Assalamu’alaikum…

    syukron ustadz utk penjelasannya…

    Wassalamu’alaikum wr.wb..

  31. Shun Says:

    assalamu’alaikum

    terima kasih atas ilmu nya

    saya baru tau..

    wassalam

  32. Oktobriyanto Says:

    Mudah2an Ustadz isitiqomah,..Amiin,.

  33. agiagi Says:

    Silaturrahmi dan silaturrahim saya kira tidak punya perbedaan, semua punya dasar dalam bahasa arab.

    ??? ????????? dan ??? ????????? keduanya berarti: kerabat atau keluarga, begitu juga bisa berarti: rahim atau peranakan.

    Jadi menurut saya, kebencian dan kurangnya keharmonisan terjadi bukan karena salah dalam peng-arti-an’kata’ itu, melainkan memang di kalangan kita banyak yang tidak mau mengindahkan makna dari silatrurrahmi, sehingga dalam masyarakat sudah tidak tercipta lagi rasa kasih sayang dan pengertian yang terkandung dari makna silaturrahmi itu, wallahu a’lam.

  34. Noteng Says:

    Trims ust atas tambahan ipteknya. Memang kita bangsa indonesia sering melupakan hal2 kecil. Padahal dari yg kecil itulah yg besar terjadi. Kita juga senang hal2 yg instan sehingga dikemudian hari kita kecewa, karena hal tsb keropos sehingga gagap menghadapi perubahan.

  35. momot Says:

    Terima kasih p Ustadz atas pencerahannya..semoga bangsa ini semakin bersatu beriman dan menuju bangsa yang besar yang dirdloi Alloh……..maju terus pak Hidayat

  36. abatabee Says:

    duh, kalo boleh pak, kapan ya saya bisa bersilaturahmi dengan bapak ? ………..eh, bersilaturahim maksud saya…….:D terima kasih ilmunya pak, semoga menjadi amal baik !

  37. mawardi Says:

    assalamu’alaik….
    iya memang, banyak orang yg tahu sebenarnya tentang hal tersebut, tetapi malahan benar2 di salah kaprahkan.
    dan masih banyak lagi ungkapan2 yg di salah kaprahkan, mari temukan ungkapan2 itu dan kita berbaiki bersama. wassalamu’alaik….

  38. TOLES Says:

    Syukron pak Wahid, biar sedikit jadi wawasan sy dari silaturahmi ke silaturahim dan membatalkan puasa harusnya berbuka puasa, karena suka banyak bohong kali ya lidah jadi sering kepleset. Ya Allah ampuni hambamu yang hina ini.

  39. faisal Says:

    selamat lebaran Tadz

  40. FSLDK -> Forum Silaturahim, bukan Silaturahmi « ~ Continuous Improvement ~ Says:

    [...] -> Forum Silaturahim, bukan Silaturahmi   Setelah baca artikelnya pak hidayat nur wahid di blognya, saya jadi inget tentang FSLDK. Forum Silaturahmi Silaturrahim Lembaga Dakwah [...]

  41. arofah Says:

    Wah, sharing ilmunya bermanfaat..
    alhamdulillah, makasih ustadz

  42. yudi Says:

    Semoga Kasih Sayang selalu terpelihara di bumi ini

  43. Rida Says:

    ohh kita tuh ya , Pak Terimakasih untuk pencerahannya :)

  44. Andriana Says:

    ohh gitu….. jd selama ini salah ya…..
    trus puasanya gimana jdnya…..???
    kalo blm tau apa pahalanya masih dapet ustadz???
    dibanyakin tulisan2 yang “salah kaprah” kaya gini ya..
    yang masalah dianggap sepele tapi sebenernya masalah yang nggak sepele,,,, penting ini…..

  45. hendra Says:

    Silahturahmi atau Silaturahim jangan diartikan dengan kata-kata saja. Kalau sudah salaman itu dianggap sudah silaturahmi padahal Silaturahmi itu menyangkut hablumminannas (maaf kalau salah tulis) yaitu hubungan antar sesama manusia. Melakukan tindakan korupsi atau tindakan merugikan orang lain atau semacam itu termasuk orang yang tidak silaturahim atau silaturahmi. Maka itulah sebenarnya penyebab mengapa silaturahmi selalu dilakukan tetapi tidak ada realisasi kebaikannya. Jadi Anda yang salah kaprah!

  46. tren di bandung Says:

    ustadz, ini salah kaprah juga ngga. ‘iedul fitri identik dengan menyambut kemenangan.
    maaf kalau saya bernada pesimis, kita tidak layak menyambut akhir Ramadhan ini dengan menyambut KEMENANGAN
    kata-kata itu sungguh sudah melenakan kita dari kondisi sesungguhnya
    mudah2an ini Ramadhan terakhir kita menderita kekalahan

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/26/menyambut-kekalahan-0-3/

  47. fredy Says:

    ngomong-ngomong soal salah kaprah, ustadz juga kayak gitu deh. coba saja kalau ustan ngomong sama sesama ustadz, asti ngomongnya pakai ana-antum. padahal antum itukan untuk orang kedua jamak, harusnya kan pake anta saja. kalau ustadz jawab antum adalah kata penghalus, di hadist2 shahih tidak pernah para sahabat mengatakan antum kepada Nabi. tetap seperti biasa saja = anta yaa rasululloh. jadi ustadz juga harus konsisten dong…..

  48. tren di bandung Says:

    ustadz, apakah juga dengan kata2 “menyegerakan berbuka” apakah artinya segera berbuka ketika detik pertama adzan maghrib. atau kata menyegerakan itu maksudnya adalah jangan berlama-lama dalam prosesi berbukanya. artinya segera saja berbuka dengan secukupnya, misal hanya dengan 3 kurma dan segelas air, kemudian kembali beribadah, maghrib, tilawah tarawih, dll. baru berbuka (makan) dengan makanan lainnya atau nanti kalau perlu , sekalian saja pas sahur.
    bukankah puasa itu bermakna imsaq, menahan…??? kalau sudah ditahan kenapa dilepas…

  49. Eko wahyudi Says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Terima kasih Uts. atas ilmunya saya baru tahu
    Marhaban Ya Rohmadhon
    Selamat menunaikan Ibadah Puasa
    Minaladzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan batin

  50. budianto Says:

    halo pak Hidayat….. Maaf menyimpang sedikit yach…..

    Berani ga usulin ke anggotanya di MPR kalau yang kerja di lingkungan pemerintahan yang ketahuan korupsi di hukum gantung sesuai dengan hukum Islam dan semua harta dia dan anak-anaknya di sita buat negara, karena banyaknya yang korupsi makanya Indonesia susah berkembang , negara kaya tapi penduduk miskin banyak, fakir miskin berserak di jalan, gelandangan banyak, masih banyak desa tertinggal, sampai sampai banyak yang kekurangan gizi, dll

    Terima kasih

  51. purindah Says:

    Assalamu’alaikum wr wb. Yth.Pak Ustadz, nuhun pisan tulisannya ya, ulasan lainnya selalu ditunggu, dan ngemeng ngemeng, website nya PakHaji Nurwahid apa ya? supaya saya bisa baca opini, tulisan, ulasan nya, juga foto keluarga..he..he, kan istri nya cantik lho, udah hajjah, dokter, punya rumah sakit lagi, wah hebat euy, salam taklim dari purindah@gmail.com

  52. syukri Says:

    kalo istilah ta’jil itu sepertinya salah kaprah juga ya ustadz?
    mohon dibahas… syukran

  53. sugeng Says:

    Assalamu’alaikum wr,wb

    Pak Ustad, klo itu sudah salah kaprah kayak gini gimana cara memperbaikinya ? sehingga bangsa ini tidak gontok - gontokan terus …. tolong Pak Hidayat nulis tentang cara menyelesaikan konflik yang ada di Indonesia ? Bangsa ini secara mental sudah sangat bobrok dan saya sangat mengharapkan peran dan kiprah P Hidayat dalam negara ini. Semoga P,Hidayat senantiasa mendapatkan rahmat dan petunjuk dari Allo Swt.

    Wassalam wr wb

  54. dzaky Says:

    Terima kasih penjelasannya Pak Ustadz, mungkin masih banyak istilah yg salah kaprah yg perlu Pak Ustadz jelaskan biar bangsa tidak salah kaprah dan berdosa….

  55. reyputranagara Says:

    Alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat hari ini …
    Terimakasih Bpk. Ketua MPR kita …..
    Ass….

  56. Indra Says:

    Assalamualaikum…

    Pak, setahu saya istilah “berbuka puasa” juga salah. Setidaknya dalam perspektif tata bahasa Indonesia. Kalau yang dimaksud adalah menutup/mengakhiri ibadah puasa pada hari itu, seharusnya istilahnya menjadi “menutup/mengakhiri puasa”, bukan “berbuka/mengawali puasa”. Bukannya ibadah sahur yang seharusnya disebut berbuka puasa? Karena ibadah sahur adalah ibadah yang mengawali/membuka ibadah puasa pada hari itu. Makan/minum pada saat adzan Maghrib adalah untuk menutup ibadah puasa pada hari itu (dan bukan membatalkan puasa, tepat seperti tulisan Bapak). Tentu saja, yang diakhiri adalah beberapa ibadah seperti tidak makan/minum, dan beberapa yang lain. Ibadah sholat jalan terus dong. Tapi berhubung istilah ini sudah salah kaprah selama berabad-abad, akhirnya sulit dikoreksi deh….

  57. mikahel Says:

    Assalam

    Pak Hidayat, makasih pencerahannya
    PKS jauh jauh deh dari PDIP, kasihan kita yg dah dukung PKS

    Wassalam

  58. nasrullah Says:

    Alhamdulillah, alangkah nikmatnya kalau negeri ini dipimpin ustadz Hidayat Nur Wahid, ‘ulama yang umaro’ dan umaro’ yang ‘ulama, smoga dakwah ustadz smakin membumi…..

  59. Laode Says:

    Ohh.., gitu yach. kirain sama aja. Baru tah deh. Thaks Uztad. Met Idul Fitri, Maaf Lahir Bathin.

  60. ma2nn-smile Says:

    wah…..memang betul…..
    kebanyakan orang2 indo senang merubah kata2……
    (just my opinion)
    met lebaran ya….

  61. Lembaga Survei Says:

    Jazakumullah Ust..
    Semoga bisa jadi calon presiden.. :-)
    Survei-survei sudah semakin membuktikan. naik.. naik.. dan terus naik..

    wassalam
    *Hermawan

  62. joe Says:

    Wah, bapak emang jenius..salut deh..saya dukung sejuta persen kalo bapak jd persident..minal aidin wal faidzin ya pak..wasallam :)

  63. fsiEKONOMIUnand Says:

    syukron atas ilmunya pak…

  64. ikhsan Says:

    AlhamduliLlah… Terima kasih pencerahannya pak…
    Model pemimpin seperti Bapak yang dibutuhkan saat ini dan yang akan datang
    Fokus pada pencerahan umat dan bukan sebaliknya menjerumuskan umat pada kebatilan

  65. kimbo Says:

    Pak hidayat, please jangan koalisi sama PDIP and Golkar…. itu sangat2 merugikan PKS dan lebih banyak mudharatnya….
    Kalau sampai kejadian koalisi dengan PDIP dan Golkar… saya sangat kecewa sekali sebagai simpatisan PKS.. :-(

  66. azishady Says:

    Terima kasih Pak, setelah lama menunggu akhirnya Bapak kembali menerbitkan artikelnya….. ana tunggu terus tausyiahnya Pak Ustad… Harapan itu masih ada.

  67. Daan Says:

    Terimakasih atas pencerahannya
    Mohon juga dibahas terhadap berbagai persoalan nyata negeri ini. tks

  68. Munjir Assalamy Says:

    Asslmlkm,
    Kanda, Hati-hati bermain di pinggir sumur
    Selamat Hari Raya Ya?

  69. Jaisy01 Says:

    iya, saya sudah membahas tentang “salah kaprah tentang ta’jil” di sini —-> http://suara01.wordpress.com/2008/09/27/salah-kaprah-tentang-tajil/

  70. rozaq Says:

    daripada koalisi dengan pdip dengan golkar aja pak hidayat
    tapi klo bisa capresnya dari kita aja.. kan pdip partai orang kristen jadi haram kita pks gabung dengan dia

  71. Just2live Says:

    Hatur nuhun, nambah ilmu satu… :)

  72. Mohammad Islami Says:

    ASS ….Pak ustad mestinya sering sering deh nongol di TV ngajarin yang beginian ato pendidikan moral dan sopan santun…pasti deh ga ada lagi FPI ato apalah yang berbau bau aneh gitu…..

  73. silfi Says:

    Gimana ngebersihin para koruptor di negara ini pak, mereka sudah gak punya malu

  74. tren di bandung Says:

    termasuk salah kaprah ga ketika mengakhiri ramadhan dengan bergembira dan “berpesta” (ada makanan yang banyak, baju yang bagus, plesiran, dsb). padahal seharusnya tidak mau berpisah, bersedih dan akhirnya terus melanjutkan berpuasa serta amal-amal lainnya. saking ga mau berpisah. betul ga stadz?

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/04/bedakan-teruskan/

  75. ninik Says:

    Assalamualaikum wr,wb

    MEMANG BETUL APA KATA PAK USTADZ, TAPI PERLU DISADARI BAHWA BAHASA INDONESIA MENGENAL ISTILAH BAIK DAN BENAR. DIKATAKAN BAIK ITU JIKA ANTARA PEMBICARA SALING MEMAHAMI DAN DIKATAKAN BENAR JIKA SESUAI KAIDAH BAHASA INDONESIA. SEHINGGA, MENYEBUT SILATURAHIM DENGAN SILATURAHMI MENJADI BIASA KARENA MUNGKIN DIANGGAB MEMILIKI ARTI SAMA. TAPI MUDAH-MUDAHAN PENJELASAN PAK USTADZ TERSEBUT BISA DIPAHAMI OLEH KITA SEMUA

    SELAMAT BERJUANG BOS HIDAYAT, KATAKAN YANG BENAR TETAP BENAR DAN YANG SALAH TETAP SALAH AGAR RAKYAT PERCAYA KALAU KEBENARAN ITU MASIH ADA.

    Wassalamualaikum wr,wb

  76. UmarH Says:

    Assalamu’alaikum,
    Pak Ustadz saya mohon izin untuk copy paste tulisan Bapak di blog saya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum

  77. cha2_azzahra Says:

    Wah…jadi cerah ne pikiran kita…

    makasii ya p’Ustadz…. terkadang hal2 yg kecil sering terlupakan padahan dapat berdampak fatal…

    Syukron

  78. errick Says:

    pak ustadz, jadi caleg ya?ustadz anis matta juga. ustadz tifatul sembiring juga.lha terus capresnya siapa dong?

  79. A.Ranie Ab Says:

    Memang manusia tidak luput dari kesalahan dan hanya orang berhati mulia yang berani membetulkan dari kesalahan itu.
    Terimakasih Pak Ustadz,semoga sehat selalu,Aaamiiin.

  80. eka Says:

    Assalamualaikum….

  81. Kandar Says:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu .
    Bagaimana kabarnya ustadz, mau tanya mengenai Arti Bahasa Arab dari :
    Idul Fitri, Apakah Artinya Kembali Sarapan Pagi ( Fitri = Sarapan Pagi ) .
    Terima Kasih …..

    Wassalamu’al;aikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

  82. iselsariandi Says:

    Jujur saja, aku tu trenyuh atas nasib anak-anak disana. Kenapa tidak, gimana mereka mau bisa bersaing dengan anak-anak kota di Pulau Batam, kalo untuk baca koran saja sussah..!http://iselantang.blogdetik.com/

  83. detikmadura Says:

    Tetep Semangat Saudaraku ….
    Keep Fight on The truth

    best regards,
    http://www.detikmadura.com

  84. idris Says:

    assalamualaikum ustadz.
    coba tengok lagi hadits nabi ttg silaturrahmi. “…..WA SILL ARHAAM…..” arhaam disitu
    menunjukkan jamak dari rahm (rahmi) bukan rahiim, sedang ar-arahiim justeru kalimat sifat yang kurang tepat apabila dirangkai dg “silah” (hubungan/menghubungkan) karena susunan kalimatnya idhaafah (mudhaf-mudhaf ilaih). nabi juga tidak mengatakan “WA SILL AR-RAHIIM”.
    jadi hemat saya yg benar silaturrahmi,
    terimakasih semoga bermanfaat

  85. tren di bandung Says:

    ustadz ada juga salah kaprah yang lain. ditengah sulitnya lapangan kerja, biasanya kita yang sudah kerja suka nggak fokus mempertahankan pekerjaan itu tetap ada…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/06/lebih-baik-tetap-bekerja-agar-masa-depan-tetap-lebih-baik/

  86. cipto wardoyo Says:

    terimakasih pak atas nasihatnya.
    Moga kesalahan dan kekeliruan bangsa ini segera diperbaiki. bangsa kita nampaknya perlu pelurusan dan perbaikan….. yang tentunya dimulai dari hal yang paling kecil dan terus menuju perubahan besar menuju indonesia yang berkeadilan dan sejhtera dalam ridho Allah.

  87. wong ceper Says:

    assalamualaikum…

    wah tulisaanya ringan tapi mengena…, sekalian minta ijin mo tak copy buat simpanan file…salam dari tonggoDewe.

  88. bimoseptyop Says:

    keren,
    mudah mudah kesejahteraan dapat merata di bumi indonesia ini:)
    AMIN

  89. Cah Ngawi Says:

    assalamu’alaikum

    tadz…. kapan ke ngawi lagi….
    semua aparat keamanan heran ketika penjenengan datang ke ngawi, lha ustadz kan ketua MPR, mosok gak mau dikawal, padahal camat saja kalau ke desa melihat pembagian raskin saja minta dikawal aparat kepolisian, lha kok ketua MPR malah gak mau

    salut tadz….. lanjutkan benai negeri ini dari penjajah-penjajah berdasi yang berkoar pembela rakyat…..
    maju terus …………bos……..

    wassalamu’alaikum

  90. Memperpanjang SIM, Mudah! (Syarat & Prosedur) | Apa Dong (dot) Com Says:

    [...] utama saya mudik tahun ini sebenarnya bukan untuk silaturrahim sebagaimana tradisi lebaran yang banyak dilakukan orang-orang, tapi lebih karena ingin [...]

  91. nico Says:

    kesalahan yang sering dianggep sepele pak..

  92. Kaka Says:

    Penyejuk hati.. terimakasih..
    http://www.asephd.co.cc

  93. samsul arifin Says:

    alhamdulillah. jadi tau penggunaan kata ‘membatalkan’ puasa yang salah. terima kasih pak.

  94. taufiq Says:

    assalamu’alaikum,

    jazakallah, ustadz, buat penjelasannya. Sepertinya penjelasannya memicu munculnya banyak pertanyaan lain nih dari rekan-rekan… InsyaAllah ustadz bisa (dan mau) menjawab kalau ada waktu luang di sela-sela kesibukannya :)

    wassalamu’alaikum..

  95. kunyuk laper Says:

    aku melu-melu wae ah, maklum aku kan wong ndeso hihihihi… Pak Hidayat, Matur Sembah Suwun Penjelasanipun :D

  96. Atmo Says:

    Ojo koalisi karo PDIP
    mengko padi ne dipangan oleh kebo abang

    Akar rumput belum siap

  97. jemmi Says:

    Jazakallah ustad, semoga Allah jadikan pemimpin bangsa ini nanti orang-orang yang paham agamanya dengan benar…..
    Hidup no 8 PKS

  98. Alex Says:

    Betul sekali betul sekali tuh pak

  99. Pataka WebLOG » Blog Archive » Istilah Seputar Lebaran Says:

    [...] 1. Idul Fitri 2. Waspadailah Minal Aidin wal-Faizin! 3. Minal Aidin Wal Faizin yang Tidak ada dalam Budaya Arab 4. Minal Aidin wal Faizin - Mohon Maaf Lahir Batin 5. Makna Minal Aidin wal Faidzin 6. Kekeliruan Umum Pada Saat Iedul Fitri 7. Halal bi Halal 8. Halal-bihalal dan Toleransi Beragama 9. Makna Kupatan di Hari Fitri 10. Kupat Santen, Sedaya Lepat Nyuwun Pangapunten 11. Munggahan 12. Salah Kaprah [...]

  100. Astrajingga Says:

    Assalamulaikum Wr,Wb.

    Alhamdulillah hari ini saya dapat pengetahuan baru.
    Terima kasih Ustadz,

    Wassalamulaikum Wr, Wb

  101. darma Says:

    manusia zaman sekarang lebih mengutamakan urusan perut, sehingga mudah dipropokasi.
    mungkin, ini pertanda akhir zaman.

  102. jemblung Says:

    Trims, walaupun saya sudah tahu dari dulu perbedaannya

  103. sem Says:

    terimakasih ustad atas pencerahannya

  104. Hariyanto Says:

    Mari kita mencontoh para tokoh dan pejabat yang kayak gini.. beliau patut diteladani… bukan tokoh atau pejabat yang hanya suka mengkritik dan mencemooh saja…apalagi koruptor..banyak tuh Calon legislatif yang Korup toh mereka masih dipilih… makanya lihat-lihat kalau mau nYONTRENG DI pEMILU 2009…oK Semoga Bermanfaat

  105. mexsum Says:

    terima kasih pak ustadz…

  106. ruanghati Says:

    Pak ustad .. saya dah baca postingan bapak ini ,begitu diterbitkan, tetapi saya tidak meninggalkan jejak .. heheheh ..

    Hanya setelah itu setiap saya mengucap dan menulis saya selalu mengganti menjadi silahturahim. Duh pencerahan yang sangat berguna .

    Terima kasih pak ustad ..ditunggu postingan lainnya ..

  107. ashadi Says:

    salaam likum ya ustadz….

    syukran atas artikel tentangnya tentang kata shilaturrahim dan shilaturrahmi, semoga ilmu ustadz manfaat bagi agama dan bangsa ini. wassalaam alaik

  108. mohamad handy Says:

    Asallammualaikum pak, pertama saya mengucapkan terima kasih atas pencerahan yg bapak kemukakan. kedua, menurut saya perbedaannya hanya dari segi kata-katanya saja, jadi rasanya kurang tepat kalau dibuat judul salah kaprah pak. menurut saya tidak semuanya salah paling kulitnya namun isinya saya kira di masyarakat kita tidak ada perbedaan antara siraturrahim dan siraturrahmi, saya kira itu yang lebih baik dari pada kita tahu perbedaan namun tidak bisa menyikapinya pada kehidupan dimasyarakat. maaf pak keluar dari pokok permasalahan menurut bapak bagaimana dengan sikap dari sebagian elit politik kita apa mereka bisa berpikiran seperti bapak….?

  109. myniez Says:

    Wah…
    Cerah deh…
    Terimakasih pak atas pencerahannya, selama ini kami salah pemahaman nich…
    Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan dan kebahagiaan bagi bapak dan keluarga…
    Juga keluarga besar PKS :)

  110. oni Says:

    Ass wr wb
    Yth.Pak Hidayat,
    Buat saya mensuci kan hati terasa lebih berat dibandingkan mensucikan badan (jasmani).
    Selalu saja banyak halangan dan ujian2nya.
    Pasrah dengan ketetapan dan garis tangan yg dikirimkan adalah lebih baik dibanding selalu mempertanyakan kejadian2 negatif yg menimpa diri sendiri.
    Mohon kasih tahu caranya bagaimana menjaga hati supaya tetap bersih ya Pak ??
    tks
    Wass wr wb

  111. vhievhie Says:

    Sepertinya tahun 2009 telah jatuh pilihan saya ke PKS..

  112. samsudin Says:

    GOLPUT merupakan ciptaan manusia, Haram hanya ada di hadapan Allah SWT, Jadi kalau ada FATWA HARAM TENTANG GOLPUT,tindakan ini sudah melewati kuasa sang penciptanya.

    HARAM hanya milik Allah SWT.

  113. ANTI PARTAI Says:

    SEKEDAR KRITIK BOLEH KAN SEMUA BOHONG ALIAS WADUL

  114. Yessy Says:

    pa’ saya kecewa sekali dengan partai bapak sekarang.

  115. IBBC Says:

    Thanks Bro HNW atas infonya… ditunggu Kopdar nih sama teman-teman Bikers di Monas, Salam Persaudaraan…

    regards:
    http://www.indobbc.wordpress.com

  116. agung Says:

    Assalaamu’alaikum,

    Kalau nggak salah…yang mempopulerkan istilah silaturahmi adalah HMI. Saat itu HMI diminta Bung Karno untuk mengadakan Halal-Bi-Halal, nah kemudian pada spanduk dan undangan ada kata silaturahmi yang kalau dilihat pada tiga huruf terakhir ada huruf “h-m-i.”

    Begitu seingat saya, kalau ada anggota HMI (yang tua, eh KAHMI ya?…bisa dikoreksi.)

    Banyak kok anak aktivis HMI yang pakai huruf “H-M-I” pada namanya, misal Haemiwanto…(tul gak?)

    Terima kasih…

  117. Fauzie Abdullah Says:

    salam kenal pak hidayat..

  118. sun Says:

    ass.
    pak ustad mohon maaf saya mau ikutan. yang saya tahu, silaturahmi itu sama akar katanya dengan silaturahim. dan yang saya tau, silaturahmi itu sudah jadi bahasa indonesia. jadi ketika satu kata sudah disadur jadi bahasa indonesia, maka itu menjadi bahasa indonesia. maaf lho. HANYA ALLOH YANG TAHU.

    Pak menggunakan hak suara dalam pemilu itu HAK atau KEWAJIBAN? kalo HAK kok bapak ustad minta MUI buat fatwa haram sich ama yang Golput…..

  119. YEKTI Says:

    YAH…….PAK USTAD LAGI KAMPANYE ….YANG MBACA …KASIH KOMENTAR …..MAS2 DAN MBAK2 SOKO PKS…..GITU AJA KOK SALAH KAPRAH…………….

  120. GOLPUT Says:

    buktinya mana sih om nurwahid???? udah ngejabat ketua mpr gak nongol2, pas mau pemilu 2009 baru berkoar2 cari muka, maaf ya mending GOLPUT aja, daripada milih. sekarangmah bukan omong kosong, tapi B U K T I.

  121. dHyNi Says:

    Assalamualaikaum..,

    pa9i Pak Ustad, makasih yuuua atas inFo2 tadi,.. mo9a bisa bermamfaat bwAt QtA semua kHusuznya dHyNi.

    wassalamualaikum wR wB

  122. Indra Says:

    Sekarang nih: apakah istilah berbuka puasa itu sudah betul? Menurut saya, kata “berbuka” lebih dekat ke makna “memulai”, padahal yang selama ini dimaksud dengan “berbuka puasa” adalah “mengakhiri” ibadah puasa makan dan minum (ibadah sholat dll jalan terus, nambah malah seharusnya) pada hari itu. Kita kan sudah mengawali ibadah puasa dengan sahur. Gimana dong ini?

Leave a Reply