Aug 23 2008

Ramadhan Bulan Solusi

Published by hidayat nurwahid at 22:10 under Renungan and tagged: , , ,

Tidak terasa 11 bulan begitu cepat berlalu. Bulan suci Ramadhan 1429 H yang penuh berkah telah datang. Kedatangan bulan keberkahan ini hendaknya disambut oleh umat dengan penuh suka dan cita layaknya menyambut tamu agung.

Memang, ada realitas pahit terkait dengan persoalan harga bahan bakar minyak (BBM) yang bagaimanapun, harus dijalani, suka atau tidak suka. Kini, dapatkah bulan Ramadhan menghadirkan alternatif solusi, keluar dari berbagai kesulitan dan himpitan yang menyertai hidup rakyat dewasa ini?

Ramadhan, supertrainer

Bulan suci Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran yang datang sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda bagi manusia (Al-Baqarah:185). Ia merupakan bulan di mana pintu-pintu ibadah, amal, dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Ilahi terbuka lebar, sehingga ruang gerak setan menjadi terbatas. Ramadhan merupakan bulan diwajibkannya berpuasa bagi umat Muslim yang menurut hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim adalah tonggak tegaknya agama ini.

Kendati demikian, terdapat beberapa klasifikasi Muslim pada bulan ini. Pertama, orang yang menanti kehadiran Ramadhan dengan suka cita, bekerja keras menyempurnakan ibadah-ibadah wajib dan sunah dengan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW). Kedua, orang yang memasuki bulan Ramadhan dan keluar darinya dengan tanpa perubahan dan tidak bertambah darinya kebajikan apa pun. Ketiga, orang yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan ini. Ia dengan khusyu melakukan ibadah dan beramal saleh. Namun bila Ramadhan usai, ia akan kembali kepada ‘habitat’-nya semula.

Keempat, orang yang di bulan ini hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun tetap melakukan kemaksiatan. Kelima, orang yang menjadikan siang hari Ramadhan bagai malam dengan tidur sepanjang hari dan mengisi malamnya dengan lahwu (kegiatan yang melalaikan). Dan keenam, golongan manusia yang tidak mengenal Allah baik di bulan Ramadhan atau di bulan-bulan lainnya sepanjang tahun meskipun ia mengaku sebagai seorang Muslim.

Bila dihayati secara mendalam, bulan Ramadhan bak madrasatun mada al-hayah (madrasah sepanjang hayat) yang berkelanjutan mendidik dan mengedukasi generasi demi generasi setiap tahun. Ramadhan memuat makna-makna iman pada jiwa manusia, mengilhami mereka arti agama yang hanif, dan memantapkan kepribadian Muslim yang hakiki. Ramadhan merupakan sarana yang sangat efektif menghadirkan internalisasi nilai kebajikan guna menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.

Untuk itu, setiap Muslim hendaknya mengantisipasi kehadiran bulan bertaburan berkah ini dengan mempersiapkan diri, mengoptimalkan daya dan upaya meraih hari esok yang lebih baik (Al-Hasyr:18). Jika training kaum profesional dewasa ini hanya dilakukan dalam empat hari dan menghasilkan perubahan positif yang luar biasa, maka Ramadhan satu bulan penuh, Muslim di-training oleh SuperTrainer-nya, yaitu Allah SWT, Dzat yang Maha segala-galanya. Tentu hasilnya akan juga luar biasa, bila itu dilakukan dengan penuh keseriusan dan mendamba ridha Allah.

Bulan solusi

Kesempatan Ramadhan yang di dalamnya dijanjikan rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun min al-nar (pembebasan dari api neraka), sesungguhnya momentum ideal menemukan solusi banyak hal bagi umat. Pertama, puasa yang benar dapat membangunkan hati Mukmin yang ‘tertidur’ sehingga merasakan muraqabatullah (perasaan diawasi Allah). Ketika seorang yang berpuasa men-tadabbur sebagian siangnya sehingga merasakan haus dan lapar, ia akan menahan diri tidak makan dan tidak melakukan kemunkaran hanya karena perintah Allah. Kondisi ini membuat seseorang merasakan kehadiran Ilahi yang memantau gerak geriknya.

Kedua, bulan Ramadhan yang merupakan satu bulan dari 12 bulan dalam setahun, dimuati dengan ketaatan dan taqarrub kepada Allah yang dapat memanifestasikan makna ubudiyah kepada-Nya yang paling tinggi. Hal ini tidak mungkin dapat terwujud bila hanya ‘kerja keras’ di depan meja makan saat berbuka dan sahur.

Ketiga, perut kenyang dalam kehidupan Muslim dapat memandulkan perasaan sehingga hati menjadi keras, menyuburkan sikap liar, dan maksiat kepada Allah dan sesama manusia. Dan ini bertentangan dengan karakter Muslim sesungguhnya. Keempat, sesungguhnya bagian dari fundamen-fundamen penting yang menyokong kebangkitan umat Islam adalah kasih sayang resiprokal dan solidaritas sosial di antara sesama Muslim.

Para the haves akan sulit menyayang orang fakir dengan kasih sayang yang jujur tanpa melewati dan menjalani keperihan dan derita kefakiran serta pahitnya kelaparan itu sendiri. Manfaat yang paling berharga yang dipetik oleh orang kaya adalah kesempatan menjadi ‘orang fakir dan miskin’ tersebut, karena ia mengalami hidup seperti itu secara riil.

Ketika solusi muraqabatullah, ketaatan, taqarrub, kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat dikapitalisasi di bulan Ramadhan dan direalisasi di luar bulan ini, sesungguhnya banyak persoalan negeri dan bangsa ini dapat diselesaikan. Di antaranya, persoalan korupsi, pembunuhan, perampokan, kenaikan BBM yang disusul dengan peristiwa terkutuk pemboman Bali jilid II dan banyak lagi penyakit-penyakit sosial lain yang terjadi di tengah masyarakat karena terkikisnya nilai-nilai tersebut.

Kendati demikian, bulan Ramadhan –bila dimanfaatkan secara optimal oleh semua unsur– dapat menjadi ajang menumbuhkan empati dan kepedulian sosial yang lenyap tersebut, sehingga yang diutamakan bukan hitungan rasional-matematis saja, tetapi ikut ‘merasakan’ derita dan jeritan hati rakyat. Hal ini bisa dilakukan dengan menunda atau menekan persentase kenaikan seminimal mungkin.

Karena itu perlu bagi umat untuk kembali merenungkan ungkapan terakhir dari surat Al-Baqarah:183, bahwa yang mewajibkan puasa adalah la’allakum tattaqun dalam kata kerja mudhari yang hendaknya dimaknai agar dapat merealisasikan nilai-nilai muraqabatullah, ketaatan, dan kasih sayang secara terus-menerus, tidak hanya di saat bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan, sekali lagi, sebagai wahana memupuk solidaritas tinggi antarumat manusia yang disempurnakan pada akhir bulan dengan kewajiban membayar zakat fitrah sebagai manifestasi puncak solidaritas sosial tersebut. Sikap dan kepribadian positif, produktif, empatik, dan menghadirkan keputusan win-win solution adalah sosok pribadi yang lulus secara gemilang dari madrasah Ramadhan yang penuh solusi. Wallahu a’lam

* Tulisan ini pernah dimuat di harian Republika, Rabu 5 Oktober 2005 (dengan beberapa perbaikan)




50 Responses to “Ramadhan Bulan Solusi”

  1.   maeon 23 Aug 2008 at 23:13

    sekali lagi terimakasih pencerahannya.

  2.   wanadamsyahon 24 Aug 2008 at 00:25

    Assalammuallaikum Wr. Wb.

    Semoga di Bulan Ramadhan, Rakyat Indonesia bisa introspeksi diri, mengakui kesalahan dan meminta ampunan.

  3.   sujarwoon 24 Aug 2008 at 10:25

    Thoyyib ustadz,
    Insya Allah, romadlon kali ini bisa dijadikan bulan yang suci, bulan untuk peduli dan berbagi.
    Marhaban ya romadlon !!

  4.   Fhandson 24 Aug 2008 at 10:30

    Seperti ramadhan sebelumnya tetap berharap jd orang yg lebih baik lagi bukan orang yang merugi, amin! http://Www.musicafree-blogspot.com

  5.   dandoenkon 24 Aug 2008 at 13:18

    tengkyu Pak Ustadz…. doakan agar saya mampu menjadi orang yang shaleh secara ritual dan sosial

  6.   Farid Hs.on 24 Aug 2008 at 18:24

    Insya Allah,Ramadhan kali ini akan melahirkan Pemimpin yang Ikhsan. Amin.Marhaban Ya Ramadhan.Makasih Pak Ustadz atas pencerahannya.

  7.   hamzahon 24 Aug 2008 at 19:23

    semoga dari ramadhan ke ramadhan berikutnya kita semakin menjadi lebih baik. amin.

  8.   Miquon 24 Aug 2008 at 19:24

    Kok cepet sekali ya.

    Rasanya cuman berapa bulan gitu.

    Tetap semangat !

  9.   Seggafon 24 Aug 2008 at 20:32

    hehe… bagaimana pendapat bpk mengenai orang2 kita seperti yang di iklan salah satu perusahaan rokok kita, “Siang Lapar, Malam Balas Dendam”

  10.   Wahyu Reza Praharaon 24 Aug 2008 at 20:37

    mudah2an kita termasuk orang golongan pertama, orang yang menanti kehadiran Ramadhan dengan suka cita, bekerja keras menyempurnakan ibadah-ibadah wajib dan sunah dengan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW).

  11.   Azishadyon 24 Aug 2008 at 22:37

    Ass wr wb

    Mohon ijin Pak Ustad, tulisan ini ana copy dan ana upload ke website yayasan saya di http://www.rydha.or.id, mudah-mudahan Pak Ustad tidak keberatan.

    Terima kasih sebelumnya Pak Ustad…

  12.   hidayat nurwahidon 24 Aug 2008 at 23:59

    silahkan…asal ditulis sumbernya dari harian republika

  13.   zflyon 25 Aug 2008 at 00:13

    puasa sebentar lagi ya pak… :)

    Mudahan kita semua mendapat petunjuk dan kekuatan dari Allah SWT dalam menunaikan ibadah puasa ini. Amin.

  14.   taufiqon 25 Aug 2008 at 07:26

    jazakallah ustadz…..

  15.   kwon 25 Aug 2008 at 10:01

    terimakasih pencerahannya pak hidayat.

  16.   I Fananion 25 Aug 2008 at 11:00

    Ciip

    Mampir ke solo lagi ya ust

  17.   M.Ismailon 25 Aug 2008 at 11:29

    Ayo kita sambut dan jalankan yang terbaik “supertraining” langsung dari sang pencipta Allah SWT dengan hadiah dan bonus yg tidak didapat dari training2 lainnya buatan manusia. hanya training Ramadhan ciptaan Allah SWT yang sungguh2 akan dapat membentuk jiwa dan mental yang anti korupsi, anti 5M (maling, madat, minum, madon, ….. heheh lupa..).

    Jadikan Ramadhan”Titik Nol” untuk membersihkan diri sekaligus membangun kepribadian yang lebih baik untuk kedepan.
    Wassalam.
    Ismail

  18.   qomaron 25 Aug 2008 at 14:15

    jazakallah atas tausiyahnya, semoga kita semua menjadika Ramadhan tahun ini ramadhan yang terbaik. Mohon do’anya ustad …..

  19.   bunga poppyon 25 Aug 2008 at 17:21

    ass. ustadz minta tausiah mengenai ramadhan di internet dunk… syukron

  20.   yofa-yolaon 26 Aug 2008 at 02:08

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.Semoga puasa tahun ini menambah kekuatan iman kita.selamat datang bulan yg pernuh berkah.

  21.   masnuron 26 Aug 2008 at 10:09

    semoga allah memberikan yang terbaik buat kita di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ….

  22.   petakon 26 Aug 2008 at 11:02

    Bagus pak Blognya
    Saya harap nanti masih ada posting lainnya
    Ga melulu masalah politik tapi masalah keislaman bagus juga
    Sukses teru buat bapaks,

  23.   mahendraon 26 Aug 2008 at 11:26

    Assalamu’alaikum pak hidayat…

    Mohon maaf lahir bathin
    dan
    Selamat berpuasa….

  24.   eclairs86on 26 Aug 2008 at 12:59

    mohon maaf lahir dan bathin
    semoga berkah ramadhan melimpahi kita semua
    selamat berpuasa

  25.   Kusmanon 26 Aug 2008 at 15:40

    Maturnuwun Ustadz………………

    http://www.kusmankecil.blogspot.com

  26.   Erenon 26 Aug 2008 at 17:32

    Assalammuallaikum

    Insya Allah kita semua sampai di bulan Ramadhan. Bula penuh rahmat dan ampunan.

    Ustadz teruslah di belakang kaum fakir dan yatim sembari memberi pencerahan. Sekarang ini banyak pemimpin hanya ingat mereka di kala butuh dukungan saja.

    Jazakumullah khairan katzirah

    Wassalammuallaikum

  27.   wawanon 26 Aug 2008 at 18:51

    Asalamualikum Ust semoga antum dalam lindungan Allah SWT, dan selalu istikomah dalam menjalankan Amanah da’wah ini.
    Afawan Ust saya mau sedikit meyampaikan kegelisahan hati ini, kenapa ya da’wah ini ada sidikit perbedaan kelihatannya sekarang yang saya perhatikan jama’ah ini lebih mempokuskan da’wah siasi ini hampir di rasakan di semua level tarbiah, jadi untuk penguatan ruh’yah kuran. kalau dulu sering di adakan mabit bareng hampir setiap pekan diadakan untuk penguatan ruhiyah. sekarang kok kurang. apa karena semua energi fokus ke siasi untuk target 2009?? Mohon tanggapan Ust kalau bisa di kirim ke email saya ( sahabat_jkt at yahoo.co.id) atau Blogger  sahabatcreatif.blogspot.com terimakasi atas tanggapan ust.

    semoga ust istikomah dalam memperjuangan Al’Islam dan Umat.

    wassalam

    Wawan

  28.   andrias ekoyuonoon 26 Aug 2008 at 20:02

    Alhamdulillah, pencerahan yang brarti di tengah hiruk-pikuk hari ini.
    btw, nyalon presiden gak pak ? :-)

  29.   ummufatihon 27 Aug 2008 at 00:06

    Marhaban yaa Ramadhan…Ramadhan Mubarok…Semoga karunia Alloh ini menyempatkan umur kita untuk bisa menyambut Ramadhan nanti dengan sebaik-baik persiapan, mengisinya dengan sebaik-baik amalan-ibadah, dan sebaik-baik pahala yang bisa kita raih dan nilai tarbiyah yang membekas sampai 11 bulan kemudian, kemudian dan kemudian, semoga… Amiin Allahumma Amiin.
    Jazakallah khairan katsir atas tausiyah yang ustadz berikan….Semoga menambah spirit Ramadhan untuk senantiasa memperbaiki diri,diri,diri….dan ummat .
    Wassalam.

  30.   kamalmisranon 27 Aug 2008 at 00:44

    assalamu’alaikum
    pak ustadz…..
    Jika tidak keberatan tulisan ini ingin saya masukan ke http://www.kamalmisran.wordpress.com & di http://www.lintasberita.com sumbernya akan saya tulis: hidayatnurwahid.blogdetik.com terima kasih.

  31.   Agus Nizamion 27 Aug 2008 at 09:43

    Assalamu’alaikum wr wb,
    Dengan terus melonjaknya harga barang sementara penghasilan tetap, bahkan ada yang menganggur karena perusahaannya sudah tak mampu menahan rugi, sepertinya kriminalitas meningkat.

    Akhirnya orang untuk mendapat makan terpaksa mencuri, merampok, bahkan membunuh. Misalnya di Menteng baru2 ini 3 orang tewas dirampok sementara di Semarang meski pakai Satpam dan CCTV seorang pedagang emas juga tewas dirampok.

    Untuk meredam kejahatan karena faktor ekonomi mudah2an kita semua meringankan tangan untuk sedekah meski hanya rp 500 untuk setiap pengemis atau pengamen yang datang. Mereka hanya meminta haknya.

    Saya tidak tahu apakah untuk memakmurkan rakyat harus jadi presiden lebih dulu. Tapi ada instrumen zakat, infaq, dan sedekah yang harusnya bisa dipakai oleh tokoh2 Islam untuk memakmurkan ummat Islam.

  32.   suleon 27 Aug 2008 at 09:43

    Wah klo gini dah enak neh………

    ketua MPR aja dah NgeBLog…. RS ga bakal bilang Blogger itu Hacker Lagi dunk…..

    LOL

    atau jgn2 bapak Hacker ya ???

    :P

  33.   Riyanto B. Suwitoon 27 Aug 2008 at 09:43

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Pak ustadz, sy baru tahu blog ini - kebetulan ada artikel tentang Ramadhan. Saya baru beberapa hari menulis di blog saya http://riyantosuwito.wordpress.com/2008/08/24/ramadhan-dan-perubahan . Tolong dikoreksi kalau ada yang keliru atau tidak tepat. Terima kasih jika berkenan mampir..

    Wassalamu’aliakum Wr.Wb

  34.   chokichion 27 Aug 2008 at 11:02

    marhaban ya ramadhan
    hope in this ramadhan we all getting better than last year

    specially, hope PKS still hold tighly their commitment to build and recovery our beloved country(correct me if i’m wrong)

    Jiayou ;)

  35.   lhielson 27 Aug 2008 at 12:55

    Syukron ustadz atas remindernya…
    Semoga training romadhon bisa sukses kita lalui..
    amiinn…

  36.   Kusmanon 27 Aug 2008 at 13:43

    Diantara kita masih banyak sekali org yg memerlukan bantuan. Ada pengemis, gelandangan, busung lapar dll. Seandainya ada pemimpin yg mau memberi tauladan dan menggerakan rakyat Indonesia ini untuk membantu, tentu kita bisa terhindar dari kemiskinan. Tapi sayang seolah - olah kita acuh dan tidak ada usaha yg sungguh2 untuk itu.

  37.   ravdhion 27 Aug 2008 at 16:40

    Ass Wr Wb,

    Alhamdulillah akhirnya ana bisa bicara langsung sm Pak Ustd,honestly ana pengen ustad bisa datang ke masjid ana…lima menit juga ga papa kok buat kasih kultum..ana pernah minta sama kader PKS di tempat ana tapi katanya Pak usstad penuh dan hampir sulit mendatangakannya..tapi mudah2 an dengan ana langsung bicara Pak ustad jadi berkenan.

  38.   indraon 27 Aug 2008 at 16:42

    assalamu’alaikum wr wb
    semoga ust dalam keadaan sehat wal afiat
    dan tetap dalam lindungan Allah,
    afwan ust ana minta ijin ngopy tulisannya…
    buat di baca dirumah..

  39.   Manikon 28 Aug 2008 at 08:48

    Mudah2an ini bukan hanya sekedar sensasi yah Pak :D

    btw, Selamat menjalankan Ibadah Puasa, bagi yg menjalankannya ;)

  40.   herulon 28 Aug 2008 at 12:04

    Terima kasih pak, atas pencerahaannya…

    Semoga kita dalam lindungan Allah SWT dan dalam menjalankan ibadah puasa ini ibadah kita diterima. Amiin…

  41. [...] Ada satu tulisan beliau yang cukup menarik perhatian saya, taujih tentang Ramadhan yang senin depan sudah mengunjungi kita. http://hidayatnurwahid.blogdetik.com/2008/08/23/ramadhan-bulan-solusi/ [...]

  42.   Dianaon 28 Aug 2008 at 15:29

    Ass. Wr. Wb..

    Pak Hidayat…Bapak jangan menolak ketika diminta untuk menjadi capres. Karena sudah saatnya Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang tidak hanya ‘berilmu”, tapi sekaligus yang amanah terhadap ilmu dan jabatannya.
    Pak Hidayat, bagaimana caranya membuka hati rakyat Indonesia ini, karena kalau ditanya jujur, pasti menginginkan pimpinan yang bersih, amanah dan hal-hal ideal lainnya. Tapi ketika diberikan pilihan yang memenuhi kriteria, mereka akan memilih yang lainnya, yang notabene sangat bertolak belakang dengan kehendak nuraninya.
    Adakah cara yang paling pas untuk pendidikan politik bagi masyarakat agar bisa memilih pimpinan yang tepat ?

  43.   Entis Sutisnaon 28 Aug 2008 at 16:46

    Assalamu’alaikum wr wb, senang sekali saya bisa bersilaturrahim dan berkomunikasi dengan Pak Ustadz, sudah lama saya tunggu dari Pak Ustadz pesan-pesan dan kreatifitas menggali dan mengamalkan dengan ikhlas ajaran Nabi Muhammad SAW yaitu Islam dalam menyerahkan diri akan segala sesuatu hal didunia ini karena Alloh semata, Amin Ya Robbal Alamin.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  44.   sutatosaon 28 Aug 2008 at 19:15

    maaf ustad,
    agak menyimpang dari topik,…

    sekedar urun saran :
    jangan mengorbankan amanat simpatisan pks,…
    jangan mengecewakan kami,…
    jangan pernah mau dijadikan wakil presiden
    jangan pernah mau disandingkan dengan presiden Sontoloyo Bener Ya

    maaf hanya ini, yang bisa saya ungkapkan,…
    sayang sekali jika hanya mngejar wakilnya “sontoloyo bener ya”

    salam perubahan yang mendasar dan menyeluruh

  45.   muhajiron 29 Aug 2008 at 10:09

    assalmualaikum
    senang sekali rasanya bisa berinteraksi dan membaca tausyiah yang langsung disajikan oleh ustad hidayat.
    semoga Allah memuliakan dan melindungi ustad n keluarga..
    ane mohon ijina untuk mengcopy tausyah2 ustad untuk di forward di milist kami..semoga ustad berkenan. jzk

  46.   tettyon 29 Aug 2008 at 11:50

    Salam..

    Bapak, mank beneran tuh beritanya PKS mo kongsi ama PD?
    Seru juga sech…, buat aku selain pinter dan cerdas, yang penting pemimpin jujur dan rasa tanggungjawab yang ikhlas selalu ada untuk rakyat dan negara. Bagaimana Pak?

    Salam..

  47.   Mas Djoenon 31 Aug 2008 at 17:34

    assalamualaikum..

    Ustadz, kaif haal..? wah, selamat berpuasa ya, pak. biasanya kalo puasa puasa seperti ini, maen ke “kampung damai” walaupun sekedar buka puasa bersama :) kami nanti nanti lho pak.. kedatangannya..

    NB: semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT. amin…..

  48.   Ricoon 01 Sep 2008 at 11:33

    Ustadz, mohon dapat sering menulis seperti ini. Agar kami bisa terus mempelajari hikmah dari Ramadhan dan mengambil sebanyak-banyak manfaat

    Terima kasih Ustadz

    Ditunggu terus tulisannya selama Ramadhan ini

  49.   maghfirahon 02 Sep 2008 at 14:53

    Andaikan semua muslim Indonesia melaksanakan puasa dengan sungguh-sungguh. Saya yakin kalau ALloh tidak ‘Diam”.
    Alloh akan ada dan mendengar setiap permintaan hamba-Nya.
    Nah……………., mungkin awal kebangkitan Indonesia untuk bisa maju dan membenahi semuanya, bisa dilakukan di bulan suci Ramadhan ini. Bulan Maghfirah.

  50.   ayyason 05 Sep 2008 at 14:02

    terima kasih atas tausyiahnya, semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menjalani ibadaha shaum ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda